Berbagi Berita Merangkai Cerita

Lapak Bersama UMKM Sigar Penjalin Diresmikan Bupati Lombok Utara

7

Tanjung, DS – Bentuk atensi Pemerintah Kabupaten Lombok Utara terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tersebar di bumi Tioq Tata Tunaq di antaranya membangun lapak UMKM untuk mempermudah promosi serta integrasi produk usaha kecil dan menengah.

Atensi ditindaklanjuti dengan diresmikannya Lapak Bersama UMKM Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung oleh Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH didampingi Ketua TP PKK KLU Hj. Rohani, S.Pd, Kepala Desa Sigar Penjalin, dan Ketua UMKM. Peresmian Lapak Bersama UMKM yang terletak di Dusun Lendang Berora tersebut disaksikan para pelaku wira usaha, tamu undangan dan masyarakat desa setempat, Minggu (30/8) malam.

“Dimasa pandemi seperti ini, memang kita butuh refresing. Kita butuh tempat bersama keluarga untuk menghilangkan sejenak kejenuhan kita dengan masalah pandemi ini. Saya percaya tempat-tempat seperti ini akan dicari” tutur Bupati Najmul saat membuka Lapak Bersama UMKM desa setempat.

Pada kesempatan itu, bupati menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa Sigar Penjalin dan stakeholder lainnya yang sudah menginisiasi kegiatan populis tersebut.

“Kita harus Istiqomah dan terus-menerus berikhtiar, insya Allah akan menemui titik sukses. Saya mengapresi kegiatan ini. Pemerintah juga terbuka,” terangnya.

Dijelaskan Bupati Najmul, lapak UMKM itu merupakan kelanjutan dari wira usaha baru (WUB) yang dicanangkan Pemda dalam RPJMD. Program ini, diakuinya, banyak mendapat tantangan selama ia memangku amanah yang dipercayakan oleh masyarakat.

Dibeberkannya, awalnya program yang diusulkan di dalam RPJMD adalah membentuk WUB berkelompok, kemudian akan diberikan bantuan modal. Namun, rencana itu tidak bisa dieksekusi lantaran terkendala regulasi.

“Ditahun pertama sudah kita anggarkan Rp.15 miliar. Tapi ditahun yang sama sudah terbit regulasi tidak boleh memberikan bantuan kepada kelompok pemula dalam bentuk uang, tapi pemerintah menginginkan dalam bentuk barang,” beber bupati.

Menurut orang nomor satu di gumi Tioq Tata Tunaq ini, meskipun regulasi dikeluarkan pemerintah, pihaknya tetap berusaha dengan menganggarkan kembali ditahun kedua sebesar Rp.15 miliar. Sayangnya bentuk bantuan modal tetap tidak bisa dieksekusi.

“Siapa tahu bisa. Tetapi tetap tidak bisa. Akhirnya kita buat paradigma baru dengan pola wira usaha baru diberikan bantuan dalam bentuk barang. Alhamdulillah, itu sudah direalisasikan,” bebernya lagi.

Bahkan, katanya, kelompok nelayan pun diberikan anggaran 3 miliar oleh Pemda KLU dengan jumlah pemanfaat sekitar 17 kapal nelayan. Setelah dihitung-hitung, masih kata Najmul, ternyata melebihi 70 ribu masyarakat penggiat wira usaha menerima manfaat. Jumlah dana yang digelontorkan untuk membeli barang bantuan untuk wirau saha baru sebesar Rp. 74 miliar .

“Anak-anak muda sekitar 400 orang diberikan pelatihan berternak ayam petelur dan ayam potong di Dikpora. Kemudian kita juga sudah pernah melatih star up sekitar 50 orang anak-anak Lombok Utara. Alhamdullilah sudah sukses,” tutupnya seraya mengapresiasi. (api)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.