Berbagi Berita Merangkai Cerita

Lalu Budi Bantah Miliki Ambisi Maju di Pilkada Sumbawa

0 32

MATARAM, DS– Sekretaris DPD PDIP NTB, HL. Budi Suryata, menegaskan, tidak memiliki ambisi untuk maju sebagai bakal calon bupati atau bakal calon wakil bupati Sumbawa pada Pilkada Serentak NTB tahun 2020. Menurut Budi, jika partai menghendaki dirinya maju, maka mau tidak mau dirinya harus tegak lurus mengamankan keputusan partai.

“Jadi, tidak benar jika tudingan saya kepingin sesuai apa yang dikatakan pak Bupati Sumbawa kalau saya punya ambisi menjadi calon kepala daerah. Sekali lagi, saya berpikir dan berniat juga tidak hingga saat ini,” ujar Budi menjawab wartawan dalam siaran tertulisnya, Selasa (7/1) petang.

Anggota DPRD NTB itu menyatakan, hingga kini proses pencalonan dan penetapan calon yang diusung oleh PDIP NTB, masih belum final. Sebab, sejauh ini tahapannya masih berproses. Apalagi, kata Lalu Budi, proses finalisasi keputusan calon kepala daerah di PDIP, merupakan ranah dan kewenangan mutlak oleh DPP.

“Sampai sekarang ini, DPD PDI Perjuangan NTB membentuk Desk Pilkada sebagai langkah awal untuk mengetahui dan merumuskan persoalan-persoalan yang terjadi terkait Pilkada di NTB,” kata dia. “Jadi, nantinya akan menjadi dasar informasi bagi DPP dalam pengambilan keputusan. Sekali lagi, tidak benar dan mengada-ada, jika pak Bupati Sumbawa menuduh DPD PDI Perjuangan menzholiminya,” sambung Lalu Budi.

Terkait tudingan itu. Lalu Budi justru memilih santai mengingat apa yang dituduhkan tidak berdasar sama sekali. Sebab, keputusan saja hingga kini belum ada lantaran semuanya masih berproses.

Menurut dia, hasil Desk Pilkada akan menjadi referensi DPD Partai dalam mengambil keputusan. Sehingga, ada proses yakni HM. Husni Djibril selaku kader partai (Bupati Sumbawa) akan di panggil oleh DPP Partai untuk menjelaskan soal sikapnya yang terkesan melakukan perlawanan.

“Jadi terlalu prematur kalau kemudian beliau (Husni) menuduh DPD Partai zalim, atau prosesnya tidak sesuai prosedur, faktanya memang belum ada pengambilan keputusan yg notabene adalah ranah kewenangan DPP Partai. Jadi siapa yang zalim dalam hal ini. disini malah yang menuduh kami zalim inilah sebenarnya yang menzalimi kami. Sekali lagi, kami sebenarnya di kepenguruusan DPD yang terzalimi atas pernyataan pak Husni yang diumbar ke publik itu,” jelas Lalu Budi.

Ia menjelaskan, Desk Pilkada yg dibentuk DPD PDIP NTB yang di ketuai oleh Dr. H.M. Musyafirin (Bupati Sumbawa Barat) dengan beranggotakan dirinya, serta H. Ruslan Turmudzi, H.Raden Nuna Abriadi dan A.Rafiq selaku Ketua DPC PDIP Sumbawa, sejatinya hanya bertugas mengevaluasi dan menganalisis peta politik Pilkada Serentak 2020 di NTB.

Nantinya, ujar Lalu Budi, tugas itu akan menjadi dasar bagi calon bupati dan DPD serta DPP PDIP dalam mengambil keputusan. “Jadi, setelah melalui investigasi di lapangan serta survei, maka Desk Pilkada DPD PDIP telah mulai membangun koalisi PDIP dengan PKS dalam Pilkada Serentak 2020,” kata dia.

Khusus Pilkada Sumbawa. Pihaknya malah mendorong petahanan HM. Husni Djibril berpasangan dengan Novi. Selain itu, sejumlah calon alternatif yang akan dipasangan dengan Novi selaku calon dari PKS justru ada dua figur nama yang diusulkan.

“Saya tidak etis menyebutkan siapa dua orang nama itu. Tapi, tidak ada nama saya dalam keputusan Desk Pilkada tersebut, karna memang saya tidak ada ambisi untuk menjadi bupati dan wakil bupati. Yang aneh itu, saat tim Desk Pilkada mengundang Pak Husni untuk melakukan klarifikasi atas hasil analisa pilkada kabupaten Sumbawa, justru pak bupati menolak kajian dan analisis pilkada yang di rumuskan desk pilkada,” tandas Lalu Budi.

Rapat di Pendopo Gubernur
Terkait munculnya nama dirinya sebagai calon alternatif, hal ini diputuskan dalam rapat di pendopo Gubernur yang di hadiri oleh Tim Desk Pilkada NTB, H. Rahmat Hidayat serta Gubernur Zulkieflimansyah serta tim internal PKS NTB.

Menurut Lalu Budi, lahirnya calon alternatif dari PDIP itu tidak benar jika tidak berproses. Pasalnya sudah menjadi kebiasaannya selalu berkomunikasi dengan Bupati H. Husni Jibril. Apalagi, Lalu Budi menganggap Husni adalah senior sekaligur guru pribadinya di partai selama ini.

“Pak Husni itu, selain sebagai senior saya juga adalah guru sekaligus orang tua saya di Sumbawa. Beliau minta saya untuk segera jalan bersosialisasi, bertemu dengan tokoh-tokoh Sumbawa, bahkan beliau (Husni) menyuruh saya membuat spanduk, baliho. Ini karena pak Bupati bilang ingin istirahat. Sekali lagi, saya sedih sekali dan sangat menyesalkan beliau bilang ke media saya melakukan kebohongan publik. Mana mungkin saya berani lancang mencalonkan diri saya kalau tidak ada perintah partai,” tandas Lalu Budi.

Terkait dengan rencana Husni yang akan melawan keputusan DPP dan mencalonkan diri ke partai lain, lanjut Lalu Budi, sudah di luar kewenangannya.

“Sebagai Sekretaris DPD PDIP, saya akan tetap mengamankan keputusan partai dan tegak lurus menjalankan keputusan partai. Seberat apapun resikonya, jika ada siapa saja kader partai yang akan mengganggu ini, saya akan lawan dengan segenap jiwa raga demi loyalitas saya terhadap partai,” pungkas Lalu Budi. RUL.

Leave A Reply