Berbagi Berita Merangkai Cerita

Lagi, Ratusan Mahasiswa Demo Tolak Omnibus Law di Kantor Gubernur

15

FOTO. Gubernur NTB Zulkieflimansyah saat menemuai ratusan pengunjuk rasa di depan kantor gubernur. (FOTO. RUL/DS)

MATARAM, DS – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat NTB Menggugat menggelar aksi menolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja di depan kantor Gubernur NTB, Selasa (13/10).

Aparat kepolisian pun berjaga mengamankan jalannya aksi dan menutup jalur lalu lintas di kawasan Jalan Pejanggik, Kota Mataram sepanjang demo berlangsung.

“Menuntut kepada Gubernur NTB untuk mengeluarkan sikap menolak omnibus law UU Cipta Kerja seperti kepala daerah lain. Intinya, mempunyai sikap tegas menolak,” ujar Irwan, Ketua BEM Unram di lokasi.

BEM Unram bersama BEM perguruan tinggi di Kota Mataram, serta Serikat Mahasiswa Indonesia (SNI) yang masuk bagian Aliansi Rakyat NTB Menggugat juga meminta Presiden Joko Widodo untuk segera menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) untuk membatalkan UU Cipta Kerja.

“Kami juga meminta kepada Presiden untuk segera mengeluarkan Perppu, supaya omnibus law dibatalkan dan dikaji ulang oleh pemerintah, baik legislatif maupun eksekutif,” kata Irwan

Menurut mahasiswa, DPR terkesan sangat tergesa-gesa dalam mengesahkan undang-undang. Akibatnya, terjadi kegaduhan di tengah masyarakat di masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Jangan sampai mengeluarkan kebijakan yang membuat kegaduhan, sehingga masyarakat lupa akan protokol kesehatan,” tegas Angga dari perwakilan SNI dalam orasinya terpisah.

Secara bersamaan dengan aksi mahasiswa, salah satu LSM yakni, Kasta NTB juga menuntut agar Gubernur NTB dapat mengeluarkan sikap menolak omnibus law UU Cipta Kerja seperti kepala daerah lain.

“Tolong pak gubernur keluarkan nyalimu sama kayak kepala daerah lainnya, seperti Pak Ridwan Kamil yang berani menolak UU tersebut,” teriak Korlap Kasta, Lalu Wink Haris dalam orasinya.

Kendati sempat diwarnai aksi pembakaran kardus di depan gerbang kantor Gubernur NTB. Namun, secara umum aksi yang berlangsung selama empat jam sejak pukul 09.00-13.50 WITA berjalan kondusif.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah datang menemui massa aksi bersama Sekda NTB.  Bahkan, Bang Zul duduk bersama pengunjuk rasa dilanjutkan naik ke atas mobil komando mahasiswa untuk menerima pernyataan sikap.

“Saya sudah mendengarkan pernyataan adek-adek mahasiswa dan kawan-kawan Kasta. Intinya, semua aspirasi ini kita tampung bersama aspirasi akademisi dan tokoh-tokoh lainnya untuk kita sampaikan ke Presiden Jokowi,” ujarnya.

Menurut Bang Zul, sesuai hasil rapat terbatas (Ratas) seluruh Gubernur se-Indonesia dengan Presiden beberapa hari lalu, sejatinya Presiden sudah menugasi para kepala daerah untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait UU Cipta Kerja di wilayahnya masing-masing.

“Tolong, mana usulan di pasal-pasal yang bermasalah di Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja itu, berikan ke saya secara tertulis telaahanya. Insya Allah, kita akan membedahnya secata detail,” tegas Gubernur.

“Usulannya saya tunggu sampai 2-3 hari guna kita sampaikam ke Pak Presiden Jokowi,” sambung Bang Zul.

*Tak Mau Gegabah

Dalam kesempatan itu. Gubernur menegaskan, tidak akan gegabah untuk memberikan persetujuan atau penolakan terhadap Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja.

“Saya enggak mau menyatakan sikap tergesa-gesa kayak gubernur lain, apalagi setelah presiden jelaskan dengan detail, baru pada balik badan. Nah, sikap kayak gini yang enggak saya mau,” tegas Bang Zul.

Pihaknya, kata Gubernur, akan memilih mendengar masukan terlebih dahulu dari berbagai pihak. Diantaranya, kalangan akademisi, mahasiswa dan tokoh agama serta tokoh masyarakat baru menentukan sikap lanjutan.

“Sekarang mana masukannya. Kita perlu berfikir  demi masyarakat NTB yang lebih banyak jumlahnya. Pokoknya, jangankan pendapat pribadi, ini soal sistem pemerintahan, maka perlu kajian yang detail,” ucap Gubernur.

Ia meminta para pengunjuk rasa agar mematuhi protokol covid-19. Sebab, provinsi NTB hingga kini, belum aman dari virus corona. “Tolong yang orasi tetap jaga jarak dan tetap menggunakan masker,” tandas Bang Zul seraya meninggalkan pengunjuk rasa. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.