Berbagi Berita Merangkai Cerita

Labelisasi Rumah KPM Diharap Munculkan Kesadaran

22

Labelisasi rumah KPM

SELONG, DS – Pendamping Program Keluarga Harapan (PPKH) Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur melakukan labelisasi pada rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Senin (21/12). Langkah ini untuk mewujudkan transparansi penerima bantuan dari kementerian sosial ini. Di Kecamatan Pringgasela sendiri, terdapat 6.886 KPM.

Ketua Panitia Labelisasi, Muhammad Al Husni mengatakan langkah ini telah direncanakan pada awal 2020. Namun, karena adanya pandemi Covid-19, terpaksa diundur hingga akhir tahun.

“Sesuai dengan hajatan Pemkab Lombok Timur, labelisasi ini diharapkan memunculkan kesadaran diri untuk mundur. Supaya peluang peluang penerima itu diberikan kepada warga yang benar-benar berhak menerima. Sesuai dengan kuota di wilayah masing-masing,” ucapnya.

Diterangkannya lebih lanjut, Dinas sosial hanya memberikan logistik untuk labelisasi sebanyak 10% jumlah KPM. Namun, pihaknya akan mengupayakan agar labelisasi di Kecamatan Pringgasela bisa mencapai 100%.

“Kami dari pendamping menargetkan hingga 100%. Bagaimana cara, nanti kita usahakan,” kata dia.

Pada hari itu, ada 3 KPM yang mengundurkan diri (degurasi) secara mandiri setelah dilakukan labelisasi. Sedangkan di Kecamatan Pringgasela ditargetkan degurasi hingga 100 KPM.

Sementara itu, Koordinator Kabupaten (Korkab) PPKH Lombok Timur, Saparudin mengatakan labelisasi dilakukan agar jelas diketahui masyarakat yang masuk sebagai KPM.

“Ini untuk memberikan tanda saja agar jelas rumah penerima bansos,” terangnya.

Meskipun banyak masyarakat yang menilai pemberian bansos masih belum tepat sasaran, namun menurutnya PKH sangat dinamis. Perubahan bisa terjadi setiap saat. Baik untuk data KPM maupun nominal bansos yang disalurkan.

“Karena ada pemutahiran data dilakukan tiap pendamping. Begitu juga dengan nominal bantuan bisa berubah. Karena diatur sistem otomatis, bukan dirubah oleh pendamping,” terangnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.