KWT PUTRI RINJANI MANFAATKAN PEKARANGAN UNTUK GIZI

Kegiatan Pemanfaatan Pekarangan KWT Putri Rinjani Aikmel Utara Kecanatan Aikmel Lombok Timur (Kusmiardi & Dok.KWT PPutri Rinjani Aikmel Utara

SELONG, DS – Pemanfaatan pekarangan menempati posisi strategis dalam upaya memenuhi gizi harian perorang dari setiap keluarga. Tidak hanya memenuhi gizi keluarga, pun dapat mendatangkan nilai ekonomis bagi yang memanfaatkan pekarangan.

Ketua Kelompok Tani Wanita (KWT) Putri Rinjani Desa Aiimel Utara Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Hajjah Husniah, S.Pd., Rabu (13/04/22), menyampaikan pengalamamnya dalam menjalankan wadah yang dipimpinnya itu.

“Alhamdulillah, KWT Putri Rinjani sejak 2017 hingga kini 2022 sudah mendapatkan bantuan dana dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Lotim. Pada tahun 2017 kita dapat bantuan sebanyak 15 juta rupiah, 2021 sejumlah 55 juta rupiah dan tahun 2022 ini kita diinformasikan akan mendapatkan sejumlah dana pembinaan juga,” kata Husniah.

KWT Putri Rinjani Aikmel Utara berdiri tahun 2017 dengan anggota 15 orang. Pada tahun 2021 hingga 2022 jumlah angggota bertambah menjadi 30 orang dengan kegiatan semakin bertambah maju. Beberapa inovasi yang dilakukan yakni ragam produk tanaman pangan (jagung dan umbi) dan hortikultura (sayur dan buah).

“Tahun 2017 kita bagikan polibag kepada 15 orang anggota dengan jumlah polibag 30 buah/orang. Pada tahun 2021 dengan jumlah 70 buah polibag/orang kepada sejumlah 30 orang anggota,” lanjut guru MI NW Dasan Lian Desa Aikmel Utara ini.

Kembangkan Tabulakar dan Tabulapot

Husniah menjelaskan, polibag yang sudah dibagikan kepada anggotanya itu digunakan untuk pengembangan ragam sayur- sayuran dan buah-buahan dengan pemanfataan pekarangan sistem Tabulakar dan Tabulapot. Bibit yang ditanam seperti terong, tomat, saledri, kangkung, sawi, cabe rawit.

Dana bantuan dari DKP Lotim, lanjut Husniah, digunakan untuk pengadaan banyak bibit dan lahan penanaman termasuk Green House untuk pembibitan. Semuanya dikelola dalam pekarangan seluas 2 are sekaligus sebagai Sekretariat KWT Putri Rinjani.

Beberapa inovasi baru sebagai diversifikasi usaha pun telah dilajukan dan hasil dari usaha tersebut dimanfaatkan untuk kas dan pengembangan KWT ke depan. Keberhasilan produk dititip di warung-warung terdekat dan sebagiannya diberikan secara sukarela kepada mssyarakat.

Pihaknya juga telah mengembangkan produk dalam bentuk diversifikasi usaha seperti pembuatan Rengginang dari bahan baku singkong, strawberry, klengkeng, manggis , jeruk, rambutan, dan mangga.

“Jadi, di sekretariat sebagai sentra kegiatan dengan memanfaatkan pekarangan dengan sistem tabulapot dan tabulakar. Selain itu di pekarangan anggota dan masyarakat pun sudah menyebar,” terang Husniah. (Kusmiardi)

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.