Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 10 Jun 2022 18:07 WITA ·

Kunci Tangani Stunting di NTB Kolaborasi dan Sinergi


					Kunci Tangani Stunting di NTB Kolaborasi dan Sinergi Perbesar

Mataram,DS-Pemerintah Provinsi NTB terus berikhtiar untuk menekan angka stunting yang ada di NTB. Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd., mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dan bersinergi menangani persoalan stunting yang masih ada di beberapa Kabupaten/Kota di NTB.

Ketika menerima kunjungan Inspektur Wilayah I BKKBN, terkait percepatan penanganan stunting di Provinsi NTB, Jum’at (10/6/2022) di Aula Pendopo Wagub.

“Karena kuncinya harus bersama, berkolaborasi dan bersinergi semua pihak,”kata Ummi Rohmi.

Ditegaskannya, bahwa tidak mungkin percepatan dalam menangani stunting, dilakukan sendiri atau hanya lembaga atau OPD terkait, namun dibutuhkan kerjasama dan kolaborasi dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga tingkat desa.

Selain itu, anta satu lembaga atau pemerintah harus terbangun komunikasi dan koordinasi yang intens untuk menyamakan persepsi. Sehingga data atau informasi termasuk serapan anggaran untuk stunting tepat sasaran dilapangan.

“Hilangkan ego sektoral, saling menunggu sehingga saling menyalahkan. Perkuat koordinasi dan komunikasi antar pihak,”pesan alumni ITS Surabaya ini.

Program BKKBN ini dapat disinergikan dengan Pemprov, Kabupaten/Kota, kerjasama untuk penanganan stunting melalui posyandu keluarga, yang sudah mencapai 7.000 lebih tersebar dipelosok desa se-NTB.

Karena penanganan stunting ini butuh data yang akurat. Kader posyandu keluarga bersama tim pendataan BKKB dapat bersama mensinkronkan data.

“Sehingga kita dapat bekerja dengan data yang valid dan tepat sasaran, baik untuk anak yang sudah menderita stunting atau berpotensi, agar cepat tertangani,”tambah Ummi Rohmi.

Wagub juga menyinggung persoalan pernikahan anak yang masih terjadi ditengah masyarakat. Untuk itu, posyandu keluarg dapat menjadi media edukasi agar tidak terjadi pernikahan dibawah umur.

“Ini terjadi, akibat masyarakat masih minim pemahaman akibat dari pernikahan dini dan belum siapnya pasangan yang masih sekolah,”sebut cucu pahlawan nasional asal NTB ini

Maka harus diperbanyak sosialisasi dan edukasi, termasuk terus mengkampayekan perda untuk mencegah perkawinan anak di NTB.

Sementara itu, Inspektur Wilayah I BKKBN Maria Vianney Cinggih Widanarti, SE , M. Si., menambahkan bahwa sinergi dan kolaborasi ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan stunting di NTB.

“Kami sangat setuju dengan apa yang sampaikan Ibu Wagub'”katanya, di dampingi PLT. Kepala BKKBN Prov. NTB Drs. Samaan, M. Si.

Sehingga, kerjasama dan sinergi semua pihak, dapat mensukseskan target dan tujuan untuk menekan angka stunting di NTB.

Turut mendampingi Wagub NTB, Kepala Bappeda , Kadis Kesehatan dan sejumlah pejabat BKKBN Provinsi NTB.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Harganas 2022, Wagub NTB Ingatkan Jaga Sinergitas Tangani Stunting

29 Juni 2022 - 16:08 WITA

Wagub NTB Resmikan Puskesmas Pembantu di Lombok Barat

26 Juni 2022 - 06:38 WITA

Vaksin Perdana PMK, Wagub NTB Optimis Bisa Dikendalikan

25 Juni 2022 - 18:55 WITA

Di Desa Toya, Sebanyak 1.200 Ekor Sapi Disuntik

23 Juni 2022 - 18:30 WITA

Ini Dia Desa Nol Stunting di Lotim NTB

10 Juni 2022 - 07:17 WITA

Kantongi Lisensi dari Federation International de Motorcyclism, Dokter NTB Layani Full MXGP Samota

9 Juni 2022 - 14:35 WITA

Trending di Kesehatan