Berbagi Berita Merangkai Cerita

KRI JKN akan Hadirkan Prinsip Ekualitas Dalam Pelayanan BPJS

16

Komisioner Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Muttaqien

SELONG, DS – Kebijakan perumusan kelas standar atau kelas rawat inap (KRI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi peserta BPJS Kesehatan harus mengedepankan prinsip Asuransi Sosial dan Ekualitas. Artinya, tidak akan ada lagi perbedaan kelas dalam pelayanan perawatan kesehatan bagi peserta JKN.

Hal ini dikatakan Komisioner Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Muttaqien, dalam gelaran dalam webinar BPJS Kesehatan yang diikuti perwakilan media se Indonesia, Jum’at (23/10/2020).

“Prinsip yang ingin diwujudkan dalam KRI JKN ini adalah Asuransi sosial dan Ekualitas. Prinsip Ekulitas adalah dimana tidak ada perbedaan layanan pasien tidak berdasarkan iuran. Manfaat medis dan manfaat non medisnya sama,” kata Muttaqien.

Prinsip ekualitas ini telah diamanatkan dalam Pasal 19 ayat (1) UU nomer 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Serta Pasal 23 ayat (4) yang menyebutkan pelayanan kesehatan harus diberikan berdasarkan kelas standar.

Penentuan keriteria kelas standar ini masih dalam tahap pembahasan dan peninjauan. Kelas standar yang dimaksud adalah kelas layanan satu kelas untuk seluruh peserta JKN-KIS tanpa membedakan berdasarkan besaran iuran.

“Nantinya tidak ada lagi peserta kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. Kelas standar ini akan diterapkan secara bertahap. Paling lambat 2022,” terangnya.

Sementara untuk peninjauan manfaat KRI JKN ini ditargetkan paling lambat terselesaikan Desember mendatang. Dalam tenggat waktu tersebut, diharapkan sudah ada gambaran kriteria kelas standar yang dimaksudkan.

“Kita sampai sekarang melakukan kajian, perbaikan, sampai nanti Desember 2020, kita sudah punya kriteria, definisi, dan beberapa hal untuk penerapan rawat inap kelas standar,” pungkasnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.