Berbagi Berita Merangkai Cerita

KPU dan IDI NTB Tutupi Hasil Tes Kesehatan Bapaslon Pilkada NTB

42

Foto: Ketua Tim Pemeriksa Bapaslon Pilkada Serentak NTB 2020 dari IDI NTB, dr H. Agus Rusdhy Hamid saat menyerahkan hasil pemeriksaan bapaslon Pilkada KLU

MATARAM, DS – Hasil pemeriksaan tes kesehatan bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati NTB dienam  kabupaten/kota di Provinsi NTB Pilkada Serentak 2020, tidak diumumkan secara detail kepada publik.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) NTB terkesan menutupinya. Mereka berdalih lantaran termasuk rahasia pasien dan rumah sakit.

“Rekam medis itu milik rumah sakit dan isinya milik pasien. Itu kontrak kami dengan KPU serta arahan IDI Pusat. Pastinya, kita bekerja dengan pola ketidak mampuan yang tidak bisa dikoreksi,” ujar Ketua Tim Pemeriksa Bapaslon Pilkada Serentak NTB 2020 dari IDI NTB, dr H. Agus Rusdhy Hamid menjawab wartawan, Jumat (11/9).

Agus mengatakan, surat hasil pemeriksaan kesehatan dari tim rumah sakit kepada KPU hanya menyatakan bahwa hasil pemeriksaan atau penilaian kesehatan bapaslon telah memenuhi syarat.

“Artinya bapaslon tersebut dinyatakan sehat secara jasmani dan rohani, serta bebas penyalahgunaan narkotika dan atau psikotropika,” ujarnya.

Sebaliknya, kata dia, apabila hasil pemeriksaan kesehatan bapaslon dinyatakan tidak memenuhi syarat, maka bapaslon tidak memenuhi salah satu atau seluruhnya dari persyaratan sehat secara jasmani dan rohani, serta bebas penyalahgunaan narkotika dan atau psikotropika.

Menurut Agus, dari enam bapaslon yang diperiksa pihaknya. Sejauh ini, pemeriksaan kesehatan meliputi tes kesehatan fisik, psikotes, kejiwaan dan narkoba di RSUD Provinsi NTB.

“Alhamdulillah, pemeriksaan kesehatan semua bapaslon NTB berjalan lancar,” kata dia.

Sementara itu, Ketua IDI Wilayah NTB, dr. H. Doddy mengatakan, semua tenaga medis yang memeriksa bapaslon merupakan para ahli yang memiliki kompetisi di bidangnya masing-masing. Dimana, khusus para dokternya harus bukan anggota parpol dan kerabat atau keluarga paslon.

Selain itu, para dokter yang memeriksa bapaslon menggunakan pakaian APD level dua.

“Hasil tes semua paslon tugas kita menyerahkan hasilnya ke KPU. Itu hasilnya ada map KPU. Kalau soal positif dan negatif tidak akan mempengaruhi bapaslon. Nanti KPU yang menjelaskan ya,” jelas dokter Doddy.

Terpisah, komisioner KPU NTB Agus Hilman
Agus menyatakan, pihaknya hanya bersifat menfasilitasi kegiatan penyerahan hasil pemeriksaan dari IDI NTB ke KPU kabupaten/kota.  Apalagi, tahapan pemeriksaan kesehatan merupakan kewajiban bapaslon untuk mengikutinya.

“Kalau tadi enggak dibuka. Itu kami serahkan ke IDI dan KPU kabupaten/kota, karena kami hanya bersifat menfasilitasinya,” ungkap Agus berkilah.

Sedangkan, Sekretaris KPU NTB Mars Anshori Wijaya menambahkan, seharusnya penyerahan hasil kesehatan bapaslon dilakukan pada enam wilayah di NTB.

Hanya saja, satu daerah yakni, KSB tidak bisa dilakukan sesuai jadwal, lantaran ada penundaan tahapan menyusul hanya ada satu bapaslon yang mendaftarkan diri hingga batas waktu penutupan pendaftaran.

“Maka sesuai aturan, kami lakukan penundaan tahapan dengan melakukan sosialisasi ulang selama tiga hari. Nah disitu, parpol boleh merevisi dukungan mereka pada bapaslon lainnya,” tandas Anshori.

Pemeriksaan hasil kesehatan oleh IDI NTB di kantor KPU NTB pada Jumat (11/9) petang, diserahkan pada Ketua KPU Sumbawa, Lombok Tengah, Dompu, Bima dan KLU. Penerimaan itu disaksikan Dirut RSUD Provinsi NTB dan Bawaslu NTB dan Sekretaris KPU Kabupaten itu.

Sementara, Kota Mataram melakukan pemeriksaan kesehatan sendiri di RSUD Kota Mataram. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.