Menu

Mode Gelap

Politik · 20 Apr 2019 04:59 WITA ·

KPU Ajak Masyarakat Pantau Situng


					Ketua KPU NTB Suhardi Soud tengah mengecek proses tabulasi Pemilu 2019 melalui aplikasi Situng milik KPU RI Perbesar

Ketua KPU NTB Suhardi Soud tengah mengecek proses tabulasi Pemilu 2019 melalui aplikasi Situng milik KPU RI

MATARAM, DS- Masyarakat NTB telah menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 pada Rabu (17/4) lalu. Sekarang, tinggal menunggu hasil pemungutan suaranya. Proses perhitungan ini sendiri dapat dipantau melalui Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) melalui pemilu 2019.kpu.go.id.

“KPU merilis situng, (realcount) yang KPU buat untuk memastikan suara per TPS. Situng dikerjakan teman-teman KPUD di 10 kabupaten/kota di NTB yang diambil dari seluruh data di setiap TPS,” ujar Ketua KPU NTB Suhardi Soud menjawab wartawan, Kamis (18/4).

Ia mengaku, hingga Kamis (18/4) pukul 14.11 WITA, baru terdapat sekitar 43 TPS atau 0,2 persen yang masuk dalam situng KPUD NTB dari total sebanyak 15.989 TPS yang ada di NTB. Berdasarkan data yang masuk, pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga, masih unggul atas pasangan nomor urut 01, Jokowi-Amin.

“Perolehan suara untuk (paslon) 01 sebesar 2.791 (suara), dan nomor 02 sebesar 4.845, tapi ini masih sangat awal karena baru 43 TPS,” ucap Suhardi.

Suhardi memastikan proses penghitungan akan terus berjalan mengingat terdapat 3.667.253 DPT pada pemilu 2019 di NTB. Suhardi menyebutkan waktu terakhir bagi petugas TPS dalam menyelesaikan pemungutan, penghitungan, dan penyalinan suara paling lambat pukul 12.00 WITA.

“Mungkin nanti malam dan besok (Jumat) kita bisa lihat progres lebih cepat dalam situng hasil dari setiap TPS,” ucap Suhardi.

Situng akan menampilkan suara hasil pemilu 2019 berdasarkan pemindaian formulir C1 dari semua TPS. Formulir C1 adalah sertifikat hasil penghitungan suara pemilu di TPS.

Data C1 yang akan dipublikasi di Situng diambil dari salinan formulir itu. Salinan ditaruh di luar kotak suara sehingga bisa diperiksa dan dipindai penyelenggara pemilu.

Akan tetapi, pemindaian C1 itu bukan merupakan hasil resmi pemungutan suara. Pramono menekankan, KPU RI tetap melakukan rekapitulasi resmi pemungutan suara dengan cara manual.

“Masih berbasis rekapitulasi atas dokumen formulir yang dilakukan secara berjenjang. Sementara sistem IT untuk perhitungan IT itu hanya alat bantu untuk mempublikasikannya saja,” tandas Suhardi Soud. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Jelang Pilkada Serentak 2024, M16 Prediksi Golkar, Gerindra dan PDIP NTB Sulit berpisah Jalan

21 Mei 2022 - 16:59 WITA

PPP NTB Siap Jadi Pemenang Pileg 2024

18 Mei 2022 - 17:49 WITA

Soal Pelayanan Mudik 2022, Puan Maharani Apresiasi Kerja Pemerintah dan TNI-Polri

17 Mei 2022 - 17:11 WITA

Isu Caleg Impor, Mik Sudi : Masyarakat Sudah Cerdas Pilih Wakil Terbukti Kerjanya

17 Mei 2022 - 07:03 WITA

Puan: Waisak Momentum Refleksikan Pentingnya Saling Membantu dan Menjaga Kerukunan

16 Mei 2022 - 17:47 WITA

Penuhi Kriteria Pemimpin, Masinton : Mbak Puan Ditempa Sejarah dan Waktu Sejak Remaja

16 Mei 2022 - 17:44 WITA

Trending di Politik