A place where you need to follow for what happening in world cup

KPK Amankan Tiga Pejabat Imigrasi Mataram

0 100

MATARAM, DS – Sebanyak tiga dari total delapan orang yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) merupakan pejabat teras di Kantor Imigrasi Mataram.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Imigrasi Mataram, Denny Chrisdian membenarkan telah adanya penangkapan terhadap tiga orang pejabat tersebut. Selain itu, petugas KPK juga telah melakukan penyegalan pada sejumlah ruangan di kantor Imigrasi setempat. Diantaranya, ruang kerja kepala kantor Imigrasi, ruang kepala seksi (Kasi) Inteldakim dan ruang BAP.

“Tak hanya itu, rumah dinas kepala kantor Imigrasi yang berlokasi di Kekalik, kecamatan Sekarbela, Kota Mataram juga telah disegel oleh aparat KPK pada Selasa (28/5) dini hari tadi,” ujarnya menjawab wartawan di kantor Imigrasi Mataram.

Menurut Denny, penangkapan terhadap ketiga orang pejabat itu dilakukan KPK yang dibantu aparat kepolisian dari Polda NTB di lokasi yang berbeda. Yakni, pada Senin (27/5) malam pukul 10.00 Wita, Yusriansyah Fazrin selaku Kasi Inteladakim yang saat itu tengah berada di salah satu hotel di Mataram tiba-tiba handphone yang dimilikinya sudah tidak bisa dihubungi.

Selanjutnya, Kepala Kantor Imigrasi Kurniadie ditangkap di rumah dinas pada sekitar pukul 02.00 Wita dinihari. “Kalau yang pak Ayyub Abdul, dia adalah PPNS di Imigrasi, biasanya ia melekat pada pimpinan kantor,” kata dia.

Terkait materi pemeriksaan dan kasus yang menghimpit ketiga pejabat teras tersebut. Denny mengaku, hal tersebut merupakan kewenangan dari pihak KPK. Meski demikian, ia mengakui ketiga pejabat tersebut diperiksa KPK di ruang Mapolda NTB.

“Silahkan rekan-rekan media langsung menanyakan kepada KPK terkait apa latarbelakang dan motif mereka ditangkap. Sekali lagi, itu bukan ranah kami untuk menjawabnya,” ucapnya.

Denny menjelaskan, pelayanan paspor dan izin tinggal bagi orang asing di kantor Imigrasi Mataram hingga kini, masih berjalan dengan baik dan normal meskipun saat ini tengah terjadi persoalan yang membelit.

Hal itu menyusul, Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM provinsi NTB telah menunjuk Pelaksana tugas (Plt) Kepala Imigrasi Mataram untuk menjalankan tugas rutin kantor seperti biasanya.

“Untuk sementara, Plt Kepala Imigrasi Mataram dijabat pak Rachmat Gunawan. Nantinya, tugas rutin seperti normalnya aktifitas keseharian akan terus dilanjutkan seperti sebelum ada persoalan hukum kali ini,” jelasnya.

Pihaknya berharap agar masyarakat tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah terhadap tiga orang pejabat teras di lingkup kantor Imigrasi Mataram tersebut. Sebab, hingga kini ketiganya masih dalam proses pemeriksaan, serta belum ada keputusan hukum tetap (inkrach).

“Kami perlu mengingatkan agar sebelum ada putusan hukum tetap, maka kepada kepala kantor dan pejabat kami yang kini diperiksa itu agar status praduga tak bersalah agar dikedepankan. Karena kita juga sebagai bawahannya masih menghormati dan menunggu status hukum pada ketiganya,” tandas Denny.

Terpisah, Kaur Umum Imigrasi Mataram, Dewa Made Windusala, mengaku jika dirinya memperoleh kabar penangkapan terhadap tiga orang pejabat teras di kantor Imigrasi setempat adalah dari petugas penjaga malamyang bertugas Selasa (28/5) dini hari.
“Makanya, saya datang ke kantor karena kaget. Sampai sekarang, saya belum tahu apa persoalan dan musyabab, sehingga ketiga orang tersebut ditangkap oleh petugas KPK,” ujar Made.

Menurut Made, Kurniadie menjabat selaku Kepala Kantor Imigrasi sejak November 2018 lalu. Kesehariannya Kaepala Kantor Imigrasi tidak ada persoalan dengan jajarannya.
“Wajarlah saya kaget jika beliau (Kurniadie) ditangkap KPK. Apalagi, saya sudah bertugas selama 32 tahun selaku ASN di Imigrasi, tumben kali ini baru ada OTT oleh KPK atau lembagai hukum lainnya,” tandasnya. RUL.

Leave A Reply

Lewat ke baris perkakas