A place where you need to follow for what happening in world cup

Korban TPPO dan PMI Bermasalah jadi Fokus Pemberdayaan Disnakertrans NTB

14

FOTO. Kadis Nakertrans NTB Gede Putu Aryadi (tengah) saat mendampingi Tim Asdep Kemenko PMK meninju produk buatan mantan PMI asal NTB. (FOTO. HUMAS Disnakertrans NTB/DS).

MATARAM, DS – Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bermasalah, khususnya mereka yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), mendapat prioritas program pemberdayaan pemerintah. Presiden Joko Widodo menugaskan Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), bersama kementerian dan pemerintah daerah mengawal program pemberdayaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, membenarkan hal itu. Menurut dia, Provinsi NTB memiliki program pemberdayaan bagi mantan PMI. Kendati jumlah paketnya masih terbatas.

Namun, masing-masing stakeholder memiliki program pemberdayaan eperti Disnakertrans, BP2MI, Dinas Koperasi, Dinas Sosial, dan Dinas Perindustrian NTB.

“Tahun 2021, ada 2 paket program pemberdayaan yang dilaksanakan Disnakertrans NTB. Sedangkan, BP2MI memiliki 7 paket pemberdayaan. Fokus program ini melibatkan 180 orang mantan PMI,” kata Gede di sela-sela menerima kunjungan Asisten Deputi Kemenko PMK, di Mataram, Jumat (17/9).

Menurut dia, sejauh ini sudah banyak PMI di NTB yang berstatus purna telah sukses berwirausaha. Umumnya, mereka bisa menangkap potensi NTB yang sangat besar, seperti di sektor pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan.

Dalam pertemuan itu, hadir Asisten Deputi Pemenuhan Hak Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan Roos Diana Iskandar. Juga Asdep Pemberdayaan Pemuda Yohan.

Mantan Kadis Kominfotik NTB itu mengatakan program Disnakertrans NTB yakni menyiapkan SDM kompeten dan produktif. Baik untuk mengisi kesempatan kerja lokal.

“Maupun untuk mengisi pasar kerja dalam negeri dan luar negeri,” ucap Gede.

Ia mengemukakan penyiapan naker tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan pelatihan kerja. Pendampingan peningkatan produktivitas. Hingga pengembangan wirausaha baru.

Pihaknya bersama lembaga pelatihan swasta (LPKS), pelaku industri, serta Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Kerja dan Industri (FKLPKI) melibatkan ratusan lembaga usaha.

“Kami terus berkolaborasi melahirkan naker kompeten sesuai spesifikasi skill yang dibutuhkan dunia usaha,” ujar Gede.

Disnakertrans NTB membuat program inovasi dengan nama PePaDu Plus. Singkatan dari pelatihan dan pemberdayaan tenaga kerja terpadu.

Plus artinya selain pelatihan, juga dilakukan pendampingan, pembekalan manajemen usaha, dan pemberian bantuan peralatan usaha. Sehingga mereka bisa membangun wirausaha baru.

“Mereka bisa juga mengelola potensi di lingkungannya. Seperti, kopi, rumput laut, dan pisang menjadi produk olahan yang bernilai ekonomi,” tandas Gede Putu Aryadi. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas