Berbagi Berita Merangkai Cerita

Kondisi Dua Pasien Positif Corona di NTB Mulai Membaik

0 31

MATARAM, DS – Kepala Dinas Kominfotik NTB, I Gede Putu Aryadi MH, mengatakan hasil pemeriksaan tim medis terhadap dua pasien yang terkonfirmasi positif Virus Corona atau Covid-19 asal Kabupaten Lombok Timur, kondisinya mulai berangsur membaik. Meski demikian, statusnya tunggu pemeriksaan final.

“Ini mengindikasikan telah terjadi proses kesembuhan. Tetapi masih diperlukan serial pemeriksaan tambahan untuk menyatakan pasien 01dan 02 sembuh total. Prinsipnya ada progres kemajuan penyembuhannya tiap harinya,” ujar Aryadi menjawab wartawan, Senin (30/3).

Hingga tanggal 29 Maret, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di NTB tercatat hanya dua kasus yang sudah diumumkan pekan lalu yang terkonfirmasi Positif Covid-19 di NTB.

“Data nasional memang mengalami peningkatan, tapi untuk NTB kasus positif Covid-19 tetap 2 kasus yang dirawat intensif di RSUD Provinsi NTB,” kata Aryadi.

Menurut dia, hingga Minggu (29/3) , data jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara komulatif sebanyak 938 orang. Dari jumlah itu yang sudah lepas dari pemantauan sebanyak 230 orang, sehingga masih ada sebanyak 708 orang dalam status ODP.

Data yang sama menyebutkan, jumlah Pasien Dalam Perawatan (PDP) di NTB secara komulatif tercatat sebanyak 43 orang. Dari jumlah itu, yang sudah selesai pengawasan sebanyak 19 orang sehingga tersisa 24 kasus PDP. Data ODP dan PDP yang dirangkum setiap hari itu berbasis laporan dari fasilitas kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan telah dilaporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi NTB

ODP ialah orang dengan gejala demam (>38°C) atau ada riwayat demam atau ISPA tanpa Pneumonia dan memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala. Sedangkan PDP ialah orang yang mengalami gejala demam (>38°C) / riwayat demam, ISPA dan Pneumonia ringan hingga berat, serta memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam 14 hari terakhir.

Aryadi menuturkan, jumlah ODP meningkat karena Pemerintah Provinsi NTB, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTB dan Pemda kabupaten/kota melakukan pengetatan dan peningkatan kewaspadaan di sejumlah pintu masuk.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah juga sudah menerbitkan maklumat tentang kewajiban isolasi diri bagi warga masyarakat dari luar NTB atau luar negeri yang masuk ke wilayah NTB.

“Jadi standar protokolnya memang begitu. Mereka yang datang dari luar daerah atau luar negeri diperiksa, dan kalau ada riwayat bepergian ke daerah terpapar maka akan masuk dalam status ODP karena harus dipantau. Ini menyebabkan jumlah ODP meningkat, tapi ODP bukan pasti positif,” jelas Gubernur.

Saat ini Pemprov NTB terus berupaya meminimalisir penyebaran Covid-19 di wilayah NTB. Edukasi, sosialisasi dan penyemprotan disinfektan juga terus dilakukan bersama dengan Pemda kabupaten dan kota di NTB. Menurutnya, yang paling penting adalah partisipasi masyarakat untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah. Terutama dalam hal penerapan sosial distancing, menerapkan pola hidup sehat, dan menghindari kerumunan orang dalam jumlah banyak.

“Jadi peran masyarakat juga sangat dibutuhkan. Perlu kesadaran bersama untuk memerangi penyebaran Covid-19 ini,” ucap Aryadi seraya mengimbau masyarakat agar bisa mengakses informasi dari kanal-kanal resmi pemerintah, untuk mencegah kepanikan karena hoax dan informasi yang tidak jelas sumbernya. RUL.

Leave A Reply