Berbagi Berita Merangkai Cerita

Komisi II DPR Atensi Partisipasi Pemilih NTB pada Pilkada Serentak Capai 80,99 Persen

34

FOTO. Wagub Sitti Rohmi Djalilah (kiri) saat menerima kunjungan Komisi II DPR RI di kantor gubernur setempat. (FOTO. RUL)

MATARAM, DS – Partisipasi pemilih di Pilkada Serentak NTB 2020 mencapai 80,99 persen menuai atensi Komisi II DPR RI. Padahal, pelaksanan pemilu di masa pandemi Covid-19, menjadi momok tersendiri bagi warga untuk datang ke TPS.

Hal itu dibuktikan, masyarakat dengan berbondong-bondong antusias datang ke TPS untuk memberikan hak pilihnya pada 9 Desember lalu.

“Inilah dasar kenapa kita memilih datang ke NTB kali ini. Hal ini agar virus baik penyelenggaran demokrasi di NTB dapat tertular ke wilayah lainnya di Indonesia,” kata Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurniawan, saat memulai dialog dengan jajaran Pemprov NTB, Bawaslu, KPU, Ombudsman Perwakilan NTB di ruang rapat utama (RRU) Komplek Kantor Gubernur NTB, Senin (12/4).

Menurut Doli, ada tiga indikator suksesnya pelaksanaan Pilkada serentak ditengah pandemi, yakni seluruh tahapan berjalan sesuai dengan peraturan yang ada, partisipasi masyarakat tinggi dan masyarakat aman dari Covid-19.

“Untuk NTB, saya lihat tiga indikatornya itu jalan. Khususnya, penyelenggara pemilunya, baik KPU dan Bawaslu berjalan kompak. Tapi memang ada catatan kecil yang akan jadi perbaikan penyelenggaran pemilu kita bersama kedepannya,” ujar Politisi Golkar itu.

Diketahui, tingkat partisipasi pemilih di tujuh kabupaten/kota terbilang cukup tinggi, yaitu: Kabupaten Sumbawa mencapai 82,42 persen; Kota Mataram 67,29 persen; Lombok Utara 88,20 persen, Sumbawa Barat 82,36 persen; Bima 82,01 persen, Lombok Tengah 71,16 persen dan Dompu 93,53 persen.

Menjawab hal itu. Divisi Teknis dan Bidang KPU NTB Zuriati mengatakan, dari tujuh kabupaten/kota di NTB, khusus di Kabupaten Dompu memiliki rekor tertinggi selama sejarah penyelenggaraan Pilkada di NTB.

“Tingginya, partisipasi pemilih di NTB, tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama semua pihak, penyelenggara pemilihan. Mulai, pemerintah, aparat keamanan dan warga masyarakat. Khususunya aparat kepolisian dan TNI,” kata Zuriati.

Ia mengaku, paslon di Pilkada Serentak di NTB juga membuah wajah demokrasi kian meningkat. Sebab, pertarungan figur yang mumpuni membuat animo masyarakat meningkat.

“Termasuk, di KSB meski paslon tunggal tapi tingkat partisipasi warganya juga meningkat. Jadi, target partisipasi pemilih dapat tercapai berkat kerja sama semua pihak yang membantu KPU. Yakni, Bawaslu, Kemendagri, Pemda, termasuk TNI-Polri serta mampu meyakinkan keamanan dari Covid-19 melalui penerapan protokol kesehatan,” tandas Zuriati. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.