Berbagi Berita Merangkai Cerita

Komisi I DPRD Mataram Sebut “Ciutan” Kasat Pol PP Bentuk Tanggung Jawab

89

MATARAM, DS- Anggota Komisi I DPRD Kota Mataram, I Wayan Wardana mengatakan, pernyataan Kasat Pol PP Mataram Bayu Pancapati dalam vidio berdurasi sekitar 1 menit yang beredar luas di aplikasi whatsaap — terkait ketiadaan anggaran pembelian mobil yang dijanjikan namun tak kunjung diberikan pada  Satpol PP setempat — adalah hal yang biasa.

Menurut politisi PDIP itu, pernyataan Kasat Pol PP Mataram itu, perlu didukung oleh semua pihak. Pasalnya, dengan beban kerja yang cukup berat guna menegakkan disiplin protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19 disemua lingkungan dan kelurahan di ibukota Provinsi NTB, membutuhkan daya dukung yang mumpuni.

“Wajarlah kalau pak Kasat Pol PP dan sekretarisnya membuat vidio kayak gitu karena itu adalah ekspresi keluhan dan kekecewaan yang memuncak sebagai bentuk tanggunh jawab karena tak kunjung direspon oleh atasannya,” ujar Wardana menjawab Wartawan melalui telpon selulernya, Kamis (16/7).

Ia mengatakan, dengan posisi Kota Mataram yang kini masuk zona merah Covid-19 di NTB, peran serta semua pihak guna mengatasi penyebaran Covid-19 itu sangat diperlukan. Apalagi, keberadaan Satpol PP guna menegakan patroli kedisiplinan pada warga masyarakat yang berada di pusat keramaian. Diantaranya, pasar-pasar, mall dan pertokoan serta kawasan Udayana, sangat diperlukan.

“Tapi jika kerja berat, tapi kenyataanya tidak ditopang dengan anggaran, serta mobil operasional yang memadai. Maka, jangan salahkan jajaran Satpol PP sebagai garda terdepan tidak optimal kerjanya selama ini,” tegas Wardana.

Tanpa mau menyalahkan siapapun. Wardana meminta semua pihak, seyogyanya menahan diri untuk tidak mendiskreditkan jajaran Satpol PP Mataram. Pasalnya, kurang maksimalnya kerja Satpol PP, justru tidak lepas adanya persoalan di internal Pemkot Mataram dalam penanganan Covid-19.

Sehingga, pihak Pemprov NTB melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 NTB telah berulang kali melakukan teguran pada Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh atas kinerja jajarannya selama ini dalam mengatasi dampak Covid-19 yang belum ada progres ke arah perbaikan hingga kini.

“Pol PP itu adalah bagian kecil dari sistem kerja Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Mataram. Saya bukan membela Pol PP, tapi kami pantau memang mereka tidak bisa bekerja, karena anggaran dan mobil operasional hanya satu unit. Itupun usianya sudah tua, sehingga saat  patroli gabungan selalu ketinggalan,” tandas Wayan Wardana. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.