Berbagi Berita Merangkai Cerita

Koalisi Tiga Parpol di Loteng Bentuk Perlawanan Politisi Muda di Pilkada 2020

0 4

MATARAM, DS – Munculnya konstruksi poros politik di Pilkada Loteng 2020 yang dipelopori Partai Nasdem, Hanura dan PDIP, harus dimaknai sebagai upaya konsolidasi politik total para politisi muda.

Sebab, bersatunya kekuatan politisi muda lintas partai ini harus diterjemahkan sebagai cermin kebangkitan dan kesadaran kolektif yang dihajatkan ingin membuat sejarah baru.

“Jadi, gimick politik yg diperagakan oleh politisi muda di Loteng ini sebagai upaya mendobrak tradisi kemapanan (establishme) langgam politik lama yang kerap menisbikan peran kaum muda,” ujar Direktur M-16, Bambang Mei Finarwanto menjawab wartawan, Jumat (10/1).

Bambang yang didampingi Kepala Litbang Zainul Pahmi mengaku, adanya koalisi tiga parpol ini tidak lain merupakan upaya perspektif dan citra baru dalam melakukan agregasi politik lebih maju di Pemilukada 2020. “Jadi, mereka ini rupaya belajar dari situasi Pilkada masa lalu,” kata dia.

Menurut Pahmi, Pemilukada Loteng 2020 diprediksi akan melahirkan paslon baru yang memiliki power dan track record yang mumpuni sebagai Calon Kepala Daerah yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Apalagi, jika melihat munculnya beragam calon dari berbagai latar belakangan berbeda di Loteng saat ini, merupakan keinginan yang kuat untuk dapat menjadi best of the best melalui pesta demokrasi lima tahunan.

“Berbagai calon pendatang baru yang mencuat di publik belakangan ini rata-rata belum pernah mengikuti berbagai konstestasi politik sebelumnya. Jadi wajar jika saat ini tingkat popularitas/elektabilitasnya dibawah petahana dan akseptabilitas paslon yang belum merata dimata konstituen,” ungkapnya.

Terkait karakteristik pemilih yang memiliki kekhasan, maka diperlukan upaya upaya ekstra kuat dan tekun dari para pendatang baru meraih hati votters. Oleh karena itu, menurut Pahmi, diperlukan strategi yang efektif. Yakni, door to door yang masive, jalinan kerja tim pemenangan yang menguasai medan serta mampu merekam secara pasti need asesment disetiap kantong pemilih.

“Jika sejumlah strategi itu bisa dilakukan di ajang Pemilukada, maka akan bisa menjadi salah satu kunci sukses para pendatang baru,” tandas Pahmi.

“Terlepas apapun hasilnya nanti, adu kuat ketangguhan power politik petahana jika maju lagi, akan diuji dengan munculnya fenomena baru koalisi tiga partai yang dipelopori para anak muda yang kebtulan menjadi pimpinan partai itu,” sambung Bambang. RUL

Leave A Reply