Berbagi Berita Merangkai Cerita

Koalisi PDIP-PKS di Sumbawa Dipending

0 9

MATARAM, DS – Koalisi PKS dan PDIP di tiga wilayah di Pilkada Serentak NTB khususnya di wilayah Kabupaten Sumbawa dipending. Meski demikian di dua wilayah lainnya yakni, Kota Mataram dan KSB, koalisi dua parpol ini berlanjut.

“Untuk Sumbawa, arahnya kami menarik diri dari koalisi dengan PDIP. Tapi di Mataram dan KSB, Insya Allah kami akan lanjutkan bersama PDIP,” ujar Ketua Tim Pemenangan Pilkada Kabupaten (TPPD) DPW PKS NTB, Sambirang Ahmadi, menjawab wartawan, Kamis (27/2).

Anggota DPRD NTB itu mengatakan konstalasi dan dinamika politik di Kabupaten Sumbawa yang kian menghangat akhir-akhir, terus diamati pihak DPW PKS NTB. Oleh karena itu, hal tersebut membuat pengaruh pada jalannya koalisi yang sudah berjalan antar kedua parpol.

Menurut Sembirang, DPW PKS melalui Tim Pemenangan Pilkada Wilayah (TPPW) telah memerintahkan TPPD untuk meminta DPD PKS Sumbawa menarik diri dari koalisi dengan PDIP. “Sementara, kami menarik diri dari koalisi dengan PDIP hanya untuk Pilkada Sumbawa, sedangkan di beberapa daerah lain di NTB seperti KSB dan Kota Mataram, koalisi PKS—PDIP tetap berjalan,” tegasnya.

Terkait dengan koalisi di Pilkada Sumbawa, Sambirang menuturkan, pihaknya berencana membentuk koalisi sendiri dan kandidatnya sedang berproses. Diharapkan, adanya koalisi sendiri itu polemik dan praduga terkait satwasangka politik selama ini tidak akan muncul kembali. Apalagi, hingga kini, komunikasi Gubernur Zulkieflimanayah dengan Bupati Sumbawa yang juga kader PDIP masih berjalan dengan sangat baik.

“Penarikan koalisi antara PKS dan PDIP ini adalah upaya Pak Gubernur untuk menurunkan tensi politik yang sudah menghangat bisa berkurang dan kembali dingin lagi kedepannya,” ucap Sembirang seraya menambahkan perintah TPPW PKS NTB itu keluar setelah melihat dinamika di internal PDIP yang kurang kondusif. Sebab sebagus apapun PKS menjelaskan, tetap ditengarai berada di balik kekisruhan PDIP yang bisa memicu tidak kondusifnya daerah. “Jadi, demi kondusifnya daerah dan kesolidan internal di PDIP, PKS menyarankan HM Husni Djibril yang berkehendak maju untuk periode kedua, menggunakan PDIP,” tandas Sembirang.

Menurutnya, PKS legowo untuk tidak berkoalisi dengan PDIP untuk Pilkada Sumbawa supaya semuanya menjadi baik. “Sumbawa harus kondusif dan tidak ada lagi saling curiga. Biarlah Pak Husni maju dengan PDIP tidak perlu mengajak PKS. Kita ikhlas bahwa memang kandidat PKS atau siapapun yang didukung PKS itu tak harus berkoalisi dengan PDIP,” sambungnya. RUL.

Leave A Reply