BSK Samawa

KLU akan Launching Menuju Nol Perkawinan Anak

KLU, DS-Perkawinan anak di Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjadi isu krusial. Pasalnya, KLU menempati ranking tiga besar di NTB bersama Lombok Timur dan Lombok Tengah. Namun, posisi itu akan diretas melalui kerja-kerja kolaboratif dengan NGO melalui gerakan menuju nol perkawinan anak.

Sejumlah LSM yang terlibat pada isu itu merasa prihatin dengan tingginya kasus tersebut. Karenanya, selain mengemas berbagai formula pencegahan di tingkat grass root, upaya pun dilakukan di tingkat eksekutif bahkan legislatif.

Pertemuan dengan Wabup KLU, Danny Karter Febrianto, Selasa (28/5), menjadi ajang silaturrahim yang menarik sebagai bentuk kolaborasi perlindungan anak. Pertemuan itu sendiri merupakan rangkaian dari pertemuan sebelumnya.

Dalam audiensi itu disepakati launching menuju nol perkawinan anak di Lombok Utara yang dirangkaikan dengan layanan terintegrasi di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, 5 Juni mendatang.

Sejumlah NGO terlibat dalam isu itu seperti LPA NTB, Lakpesdam, Islamic Relief, Santai, Panca Karsa, PPSDM, Klub Baca Perempuan, dan Wahana Visi, disamping Telkomsel. Mereka memiliki visi yang sama dengan berbagai program di sejumlah desa. Hal inilah yang disatukan salam komitmen bersama melalui MoU Perlindungan Anak.

Wabup KLU, Danny Karter Febrianto, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran LSM yang sudah sejak lama menjalankan programnya. Hal ini merupakan bentuk kolaborasi dalam pembangunan.

Ia berharap kolaborasi dan komitmen tersebut bisa terus dilanjutkan dan membuat perkawinan anak di KLU menurun. Ian

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.