Membangun Masyarakat Cerdas dan Berwawasan Luas

Klaim Asuransi PMI Tanggung Jawab P3MI

7
Mwdia gathering ADBMI

SELONG, DS – Advokasi Buruh Migran Indonesia (ADBMI) menilai masih lemahnya perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Hal ini dikatakan Ketua ADBMI, Roma Hidayat, saat menggelar media gathering dengan sejumlah awak media, Kamis (02/07/2020).

as
Lemahnya perlindungan terlihat dari tingginya angka kematian PMI. Hingga hari ini, tercatat sebanyak 202 PMI dipulangkan dalam keadaan tak bernyawa. Dan tidak ada investigasi terhadap penyebab meninggalnya para pahlawan devisa tersebut.


“Baru-baru ini kita baca di koran, kita menerima kiriman mayat sebanyak 202. Pernah tidak, ada investigasi bahwa 202 itu meninggal secara wajar. Bukan merupakan korban kejahatan,” keluhnya.


Ia pun mempertanyakan pemberian asuransi sebagai hak keluarga yang ditinggalkan. “Dari yang meninggal ini, berapa yang menerima asuransi? Sebagai bagian dari hak mereka,” pungkasnya.


Padahal, mengurus asuransi tidak sesulit yang dibayangkan. Namun, sayangnya masih ada pihak-pihak yang berperan menjadi calo dalam pengurusan asuransi.
Faktor pendidikan masyarakat yang masih rendah, juga memberi pengaruh untuk memuluskan langkah para calo tersebut. Dengan berbagai muslihat memperdaya keluarga korban, agar mau menyerahkan dokumen yang dibutuhkan. Padahal, klaim asuransi masih menjadi tanggung jawab Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
“Begitu kontrak ditanda tangani, tanggung jawab itu juga melekat di mereka, untuk perlindungan. Mereka memberangkatkan, bertanggung jawab juga untuk memulangkan. Termasuk juga membantu proses klaim asuransi,” tuturnya.
Peran pemerintah sangat dipentingkan untuk melakukan pengawasan terhadap P3MI. Dari total 316 P3MI yang ada di Indonesia, 118 beroperasi di NTB. Namun yang ditengarai aktif hanyalah sebanyak 10 P3MI saja.


Dengan jumlah tersebut, pemerintah seharusnya tidak kesulitan dalam mengontrol kinerja P3MI. Baik untuk penertiban, kerjasama, maupun pemantauan terhadap kinerja P3MI.
“Saya kira, teman-teman di P3MI juga merasa dirugikan oleh calo. Meskipun, ada juga P3MI yang bergantung hidupnya dari calo,” ujarnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.