Menu

Mode Gelap

Religi · 2 Sep 2017 09:57 WITA ·

Khotib Pertanyakan Pengorbanan para Pemimpin


					Jamaah shalat Idul Adha termasuk Bupati Lotim hadir di Lapangan Tugu Selong Perbesar

Jamaah shalat Idul Adha termasuk Bupati Lotim hadir di Lapangan Tugu Selong

SELONG,DS-Apa yang membuat mereka (para pemimpin saat ini) berbeda dengan pemimpin Islam sebelumnya? “Yang membedakan adalah semangat pengorbanan karena Allah untuk rakyatnya,” kata khatib Idul Adha, TG.Drs H. Hamzah Abd. Halim, SH, dalam khotbah Id di Lapangan Tugu Selong, Jumat (1/9).

Peringatan Idul Adha dihadiri Bupati Lombok Timur H.Moch Ali Bin Dachlan, unsur Forkopimda Kabupaten Lotim, seluruh OPD Lotim, Toga, Toma serta sekitar  7.000 orang jamaah.

Menurut Hamzhah Abd.Halim, para pemimpin datang bukan untuk “memerintah dan menjadi penguasa”, melainkan memimpin untuk melayani dan berqurban apa yang mereka miliki untuk rakyat dan negerinya.

“Mereka datang untuk memperjuangkan nasib dan penderitaan rakyatnya, membenahi kehidupan rakyatnya, hartanya untuk umatnya, bukan memperkaya diri keluarga dan golonganya,” urainya. “Inilah yang dikatakan Rasulullah SAW dari sahl Bin Sa’ad “Pemimpin sebuah kaum dalam perjalanan adalah perjalanan mereka ” (HR.Hakim dan Baihaqi ).

Menurutnya, para pemimpin yang shaleh dan baik akan membawa umat dan rakyatnya kepada kebaikan; pemimpin ahli ibadah akan menjadikan rakyatnya ahli ibadah; pemimpin yang beriman dan bertaqwa akan menjadikan rakyatnya dan negerinya penuhh keberkahan dan kemakmuran.

Sebaliknya pemimpin yang tidak beriman akan melahirkan kehancuran, kerusakan, keburukan bahkan azab dari Allah SWT.Karena itu, spirit keikhlasan berkurban Ibrahim dan ketulusan Ismail hendaknya menjalar deras dalam nadi bangsa, terutama para pemimpinya.

Para pemimpin yang mampu menguburkan kepentingan pribadinya demi kepentingan bangsanya sebagai refleksi ketaatan pada Allah Rab-nya. Pemimpin yang melumat leburkan egosentrisme demi maslahat umat dan bangsanya. Dan para pemimpin yang senantiasa menjadi pioner keadilan demi kesejahteraan rakyatnya.

“Para pemimpin yang di dalam darahnya mengalir semangat berqurban dan bukan mengorbankan orang lain demi kepentingannya,” katanya seraya berharap semua bisa merenung sejenak untuk membenahi kembali hati dan karakter; bersihkan dari sombong, congkak dan membanggakan diri, serta merasa lebih baik dari orang lain, kemudian diganti dengan prilaku tawaduq dan rendah hati sesama orang lain khususnya orang-orang beriman.

“Pupuk jiwa pengorbanan dalam kehidupan, empati dan sensitif terhadap penderitaan dan nasib orang lain, sehingga bisa semua kita memiliki semangat pengorbanan dan Insyaallah akan terlahir dari masyarakat bangsa ini pemimpin-pemimpin yang siap berqurban untuk kebaikan dan kesejahteraan bangsa,” ujarnya.

Setelah Sholat Id selesai, di lanjutkan dengan musyafahah dan silatuhrahim dengan Bupati Lombok Timur di Pendopo Bupati setempat. hms.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Islamic Center Masih jadi Pesona Pelaksanaan Shalat Ied

2 Mei 2022 - 17:53 WITA

Dua Tahun Tanpa Pawai Takbiran, Masyarakat Kota Mataram Meluber GemakanTakbir, Ini Pesan Gubernur NTB

2 Mei 2022 - 00:16 WITA

Ajang MTQ Nasional TNI AD 2022, Duta Kodam Udayana Raih Juara Harapan 1

24 April 2022 - 00:08 WITA

BAZNAS NTB buka Pelayanan Zakat di Ramadhan Festival

18 April 2022 - 18:09 WITA

Jajaran Korem 162/WB Berbagi Takjil selama Ramadhan

17 April 2022 - 18:13 WITA

Gubernur NTB Bikin Kaget AHY dan Masyarakat Kota Bima, Ini yang Terjadi

15 April 2022 - 23:24 WITA

Trending di Religi