Berbagi Berita Merangkai Cerita

Khidmat, Wisuda satria Utama Laskar Sasak Dayan Gunung

42

Ketua Dewan Pembina Laksar Sasak, Ir Wahyudi AS memandikan Satria Utama

KLU,DS — Khidmat dan kental dengan sejarah adat budaya Sasak pelaksanaan wisuda Satria Utama Laskar Sasak Dayan Gunung, di Tanjung, dari siang sampai sore (10/1). Sebelum diwisuda, tembang dan kidung Sasak dan doa dilantunkan.


Para pelingsir, tokoh adat dan tokoh agama menduduki berugak Sekenam. Tiga Satria utama yang diwisuda yaitu, Lalu Kusnawan, Tawadi dan Raden Rawangsa Jaya Ningrat, sebelum diwisuda, mereka hanya memakai kain putih dan telanjang dada.


Ketiganya dipersilakan duduk di altar dan siap dimandikan dengan air kembang (dipandik, RED Sasak). Yang memandikan tokoh adat KLU, Datu Artadi, Ketua Dewan Pembina Laskar Sasak, Ir Wahyudi AS yang juga Kepala BIN Daerah NTB dan Ketua Laskar Sasak, Lalu Taharuddin.


Setelah dimandikan, dilanjutkan dengan prosesi pemecahan kendi yang diikuti oleh tokoh adat dan budaya Sasak. Tak ketinggalan sembek borak juga menjadi bagian penting dari wisuda ini, ketiganya dipersilakan naik ke berugak sekenem kemudian disamping aroma kemenyan yang harum, Datu Artadi menyembek ketiganya yang bergantian dan berjalan sambil duduk di berugak.


Ketiga yang diwisuda ini merupakan Ketua, Sekretaris dan Bendahara Laskar Sasak yang tiga bulan ke depan harus melengkapi persyaratan administrasi untuk membentuk DPD Laskar Sasak KLU. Ketua Dewan Pembina Laskar Sasak NTB, Ir Wahyudi mengatakan Laskar Sasak bukan organisasi biasa, yang terdiri atas para ksatria sakti mandraguna yang mengawal adat dan budaya Sasak.


Ada dua hal yang mengesankan dari para Ksatria, Laskar Sasak ini yaitu saling menyayangi dan saling menghormati satu sama lain. ‘’Saya belajar dua hal dari Suku Sasak yakni, pertama, menahan diri, rendah hati dan saling menghargai serta menghormati dengan tulus,’’ katanya.


Laskar Sasak menjadi pioner untuk mulai mengedepankan nilai-nilai adat budaya dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Untuk itu akan digelar program Lombok Mercusuar. Dimana seluruh daerah akan mengirimkan perwakilan tokoh tokoh adatnya untuk membentuk ikatan berdasar triangulasi adat yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam dan lingkungan.
Datu Artadi mengatakan, wisuda ini nyaris sudah lama tidak pernah terjadi. ‘’Tunjukkan keindahan adat istiadat kita kepada orang-orang mancanegara, supaya mereka tahu, beginilah adat kita. Apabila adat tidak ada, sudah mati, maka apa yang dibanggakan kita, dan kita kehilangan tempat berpijak, tiyang pesan kepada anada-ananda,’’ katanya bijak.


Sekjen Laskar Sasak, meminta agar kepengurusan DPD Laskar Sasak Dayan Gunung KLU melengkapi administrasi dan sistem yang dibangun. ‘’Insyaallah setelah kita bangun semua DPD Laskar Sasak se Puau Lombok, kita adakan Diklat Leadership,’’ jelasnya.


Tujuan Diklat untuk menyelaraskan dan mengharmoniskan keputusan dari DPP dan DPD. Demikian juga hubungan dengan Korwil-Korwil agar bekerja cerdas, bekerja giat demi melaksanakan dan mengangkat harkat dan martabat yang ada di Pulau Lombok tercinta ini.


Lalu Kusnawan kepada wartawan mengatakan setelah diwisuda, tugasnya untuk melengkapi administrasi juga menjaga kekompakan pengurus dan anggota Laskar Sasak Dayan Gunung. Kaitannya dengan program kerja yang akan disusun dan kepariwisataan, dia mengharapkan Pariwisata KLU berbasis adat dan budaya sesuai dengan arahan tokoh adat dan budaya yang ada. (*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.