A place where you need to follow for what happening in world cup

Khazanah Kearifan Lokal NTB akan Disusun dalam Naskah Buku Ajar

60

Penyusunan Modul dan Bahan Ajar Bahasa Daerah : Sasak, Samawa dan Mbojo

MATARAM, DS – Ragam kearifan lokal yang tersimpul dalam permainan rakyat, kuliner khas, kerajinan, dan produk seni budaya hadir dalam goresan pena para penulis lokal naskah buku ajar, hasil penilaian dari para pakar dan budayawan daerah NTB.

Simbol sebagai sebuah pesan berharga berisi nasehat, dinarasikan untuk dikenal, dimengerti dan ,diaplikasi dalam sikap dan prilaku bijak. Maka, menjadi suatu keniscayaan bagi semua komponen masyarakat untuk menjaga dan merawat tradisi serta produk kearifan lokal sebagai budaya dan peradaban daerah NTB, kini, esok dan mendatang.

Hal itu mengemuka pada pertemuan Penyusunan Modul dan Bahan Ajar Bahasa Daerah : Sasak, Samawa dan Mbojo, di lingkungan pendidikan SMA/SMK/MA dan SM luar biasa, yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provninsi NTB, Rabu (15/9/2021).

Beberapa tokoh mewakili etnis Sasak, Samawa dan Mbojo seperti DR.Lalu Ari Irawan, SE., S.Pd., M.Pd., pakar/budayawan Sasak, DR.M.Saleh Ending, MA., pakar/budayawan Samawa, dan DR.Abadu Wahid, MA., pakar/budayawan Mbojo.

DR. Lalu Ari Irawan mengemukakan kearifan lokal sebagai suatu tradisi. Esensinya kemudian menjadi sebuah budaya yang berkembang menjadi sebuah peradaban. Ketika budaya dan peradaban hadir di tengah kehidupan manusia maka keberadaannya hadir dalam kepatutan dengan senantiasa melihat nilai-nilai luhur dan religi sebagai tolok ukur.

“Budaya, peradaban dan religi hadir seimbang,” kata dosen IKIP Mataram ini.

Sementara itu, DR. M.Saleh Ending, MA.menyampaikan kearifal lokal budaya daerah dalam perjalanannya tak luput dari sentuhan akulturasi budaya sehingga tidak menutup kemungkinan budaya mengalami asimilasi.

“Sebagai masyarakat yang mencintai budayanya, akan bersikap dan berprilaku bijak dengan tidak meninggal jati diri khas budaya daerah sendiri,” kata dosen UIN Mataram kelahhiran Sumbawa ini.

Senada disampaikan DR.Abadu Wahid, MA. Menurutnya, banyak kearifan lokal budaya daerah yang memiliki nilai manfaat besar bagi kehidupan. Kearifan lokal budaya daerah mengandung nilai nilai filosofis kehidupan sebagai masyarakat yang berbudaya dan beragama. Dan, itu bisa sebagai ladang inspirasi bagi para penulis.

“Bisa ditulis dalam bentuk buku, dengan satu obyek satu persatu,” cetus Dosen UIN Mataram kelahiran Bima ini. kus

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas