Berbagi Berita Merangkai Cerita

Ketua RT/RW Layak Dapat Honor di APBD

0 48

MATARAM, DS – Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani mengatakan, pengalokasian anggaran untuk meng¬gaji pengurus RT/RW dan Posyandu di wilayah Kota Mataram, dirasa penting dilakukan dalam APBD setempat.

Mantan Penjabat Wali Kota Mataram tersebut mengaku jika merujuk total PAD Kota Mataram mencapai Rp 1,504 triliun lebih di tahun ini maka sudah sepantasnya seluruh Ketua RT dan RW mendapatkan honor yang layak. Sebab, mereka memiliki beban kerja yang terbilang berat, bahkan bisa 24 jam langsung berhadapan dengan masyarakat.

“Jadi, saya kaget jika mendengar di Kota Mataram para Ketua RT dan RW tak memperoleh honor yang layak dari APBD. Padahal, itu perlu dianggarkan jika melihat beban kerja mereka mengurus warganya selama 24 jam nonstop selama ini,” ujar Selly menjawab wartawan di ruang kerjanya, Senin (17/2).

Menurut dia, saat bersilaturrahmi dengan ratusan Ketua RT/RW di wilayah Kecamatan Sandubaya pada Minggu (16/2) malam di Banjar BTN Babakan Permai, umumnya para Ketua RT/RW di wilayah tersebut banyak yang mengeluhkan jika minimya perhatian pemkot Mataram terkait intensif untuk menunjang pelayanan pada masyarakat di wilayah mereka selama ini.

Padahal, kepala lingkungan juga telah memperoleh hak mereka sebesar Rp 1,2 juta per bulannya. “Kalau saya punya program jika ditakdirkan bertarung di Pilkada Mataram, maka para Ketua RT/RW akan saya berikan intensif. Termasuk, saya mengupayakan kenaikan honor bagi kepala lingkungan setara upah minimum kota (UMK) Mataram yang ditetapkan sebesar Rp2,2 juta,” tegas Hajjah Selly.

Ia mengatakan, di beberapa daerah di Indonesia, umumnya para Ketua RT/RW telah memperoleh honor per bulannya. Salah satunya, di Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.

Oleh karena itu, ungkap Hajjah Selly, pemberian honor bagi Ketua RT/RW di Kota Mataram juga dibarengi kenaikan gaji para Kepala Lingkungan akan menjadi salah satu program prioritasnya dalam menyejahterakan aparatur pemerintahan di ibukota provinsi NTB tersebut.

Apalagi, lanjut dia, jika melihat postur APBD Kota Mataram saat ini, sangat bisa pemda setempat memberikan intensif berupa honor pada Ketua RT/RW juga kenaikan gaji pada Kepala Lingkungan.

“Satu kuncinya, asal ada kemauan pemerintahannya serta kita bisa melakukan penghematan. Maka, saya menjadikan hal itu bagian prioritas, meski jumlahnya belum kita kalkulasi lebih detail. Nanti ada saatnya kita akan buka ke publik kalau sudah waktunya terkait besaran yang layak itu,” tandas Hajjah Selly Andayani.

“Tapi, prinsip kerja pelayanan itu, biasanya akan bisa maksimal manakala jumlah yang diterima aparaturnya sebanding dengan kerja lelah yang mereka lakukan selama ini. cara-cara ini sudah saya mulai saat menjabat sebagai Penjabat Wali Kota dengan menaikkan gaji tenaga honorer serta pemberian TKD bagi seluru ASN di lingkup pemkot Mataram kala itu,” sambungnya. RUL.

Leave A Reply