Berbagi Berita Merangkai Cerita

Ketua KONI NTB Minta Pemerintah Cari Pelatih Dunia untuk Prestasi Zohri

0 16

MATARAM, DS – Ketua KONI NTB Andy Hadianto menilai keberhasilan atlet atletik asal KLU, Lalu Muhamad Zohri yang mampu meraih emas di nomor lari 100 meter putra Kejuaraan Dunia Atletik U-20 yang digelar di Tempere, Finlandia baru-baru ini, harus diatensi oleh Pemerintah Pusat.

Agar prestasi atlet binaan PPLP NTB itu bisa maksimal, Zohri harus ditangani oleh pelatih bersertifikasi kelas dunia.  Selain itu, jangan sampai perhatian kepada Zohri (maupun atlet lain) hanya diberikan ketika masa jayanya. Jangan sampai sang atlet sendiri terlena dan mengaburkan talenta emasnya.

“Bagi saya, perlu ada pelatih kelas dunia yang tepat, Zohri harus dijaga orang yang benar sehingga prestasi terjaga sampai senior. Kami titip ini pada pemerintah melalui Kemepora dan PASI untuk menyiapkan tempat latihan yang nyaman dan pelatih yang tepat,” ujar Andy Hadianto menjawab wartawan di kantor Gubernur NTB, Senin (16/7).

Menurut Andi, pembinaan berjenjang harus dilakukan pada Lalu Muhamad Zohri. Ia menilai, pembinaan awal telah dilakukan pemprov NTB melalui PPLP setempatnya. Selanjutnya, sudah menjadi kewenangan cabor sang atlet. Yakni, PASI untuk melanjutkannya.

Meski demikian, Andi menyakini, jika Stadion Madya yang kini tetap menjadi pelatnas jangka panjang untuk cabang olahraga atletik dirasa sangat representatif demi kemajuan Zohri. Bahkan, penginapan atlet Pelatnas di hotel Century di jakarta juga diakuinya sangat layak.

“Saya sudah cek langsung, memang disana, segala fasilitas dan prasarananya sangat nyaman sesuai standar. Selain itu, sport science juga fundamental dan harus diterapkan. Saya harap Zohri tidak berubah dan termotivasi menjadi pelari senior tercepat dunia di masa yang akan datang,”kata dia.

Selain itu, untuk terus menajamkan teknik serta kemampuan berlari Zohri, Andy menyoroti pentingnya kompetisi berkesinambungan. Bersama tim yang sudah ada, Zohri pun harus rutin berlatih.

“Tentu dengan pelatih yang sudah mengetahui watak dan psikologi para atlet. Harus ada pembinaan berkelanjutan dan kompetisi berjenjang serta pelatnas yang baik juga. Minimal, Zohri bisa berlatih bersama pemilik rekor dunia lari 100 dan 200 meter putra. Yakni, Usain Bolt asal Jamaika,” ucapnya.

“Apresiasi ini sudah bagus. Terus terang kita harus menjaga ekspektasi, tetapi di Asian Games yang akan dihadapi adalah pelari senior. Mereka sudah punya jam terbang dan waktu yang lebih cepat dari Zohri,” ungkap Andy.

“Jangan kemudian membuat Zohri kehilangan arah, kehilangan semangat karena penghargaan yang berlebihan. Tapi sebaliknya, ayo kita support Zohri jadi yang tercepat di Asian Games,” tandas Andy Hadianto.

Jelang Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang, Zohri didaftarkan di nomor 100 meter dan estafet 4×100 meter. Namun, 100 meter yang membuatnya menjadi juara dunia tak bakal menjadi nomor andalannya.

“Di Asian Games fokus estafet. Di nomor perorangan 100 meter, atlet dari Qatar dan China itu larinya sudah dibawah 10 detik. Jangan sampai dipaksakan lawan pelari senior, Zohri ‘kan junior. Persaingan tidak main-main di Asian Games,” ucap Sekretaris Jenderal Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Tigor Tanjung dalam siaran tertulisnya yang diterima wartawan, kemarin. RUL.

Leave A Reply