Berbagi Berita Merangkai Cerita

Ketua DPRD NTB Keliling Salurkan Paket Sembako, Warga Ngaku Senang

95

FOTO. Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda saat berkeliling membagikan paket sembako ke sejumlah pedagang kecil dan Ojol di ruas jalan protokoler di Mataram, mulai jalan Langko, Majapahit hingga Jalan Pejanggik. (FOTO. RUL/DS.)

MATARAM, DS – Ratusan orang yang terdampak PPKM Darurat di sejumlah wilayah di Kota Mataram mengaku senang mendapat paket sambako. Selain sembako, mereka juga mendapatkan masker dan hand sanitizer.

“Warkop (warung kopi, red) kami jam operasional dibatasi. Bantuan begini sudah cukup membantu. Sampai kapan situasi pandemi seperti ini,” ucap Inaq Sukini, pemilik warkop di Jalan Langko, usai menerima paket sembako dan masker dari Partai Golkar, Selasa (20/7).

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi NTB, H. Mohan Roliskana mewajibkan seluruh anggota fraksi dan kader partai ini bergotong-royong memperhatikan warga yang terdampak PPKM Darurat. Mereka iuran untuk mengumpulkan ratusan paket sembako tersebut.

Selain di Kota Mataram, kegiatan bagi-bagi sembako pada warga terdampak Pandemi Covid-19 juga menyasar semua wilayah lainnya di NTB. Untuk di Mataram, aksi bagi-bagi sembako itu dikordinir oleh Fraksi Golkar DPRD NTB dibawah komando Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda.

“Usaha warkop adalah yang paling terdampak. Mereka bersama ojok online, penjual kacang, makanan dan minuman juga sangat terdampak. Di situ, partai harus ikut peduli dengan saya diperintahkan oleh Pak Mohan untuk menggerakkan fraksi menggelar aksi sosial kepada warga Terdampak PPKM Darurat di Kota Mataram,” kata Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda usai membagikan sembako.

Isvie yang juga menjabat Wakil Ketua DPD Partai Golkar NTB itu, memang memprioritaskan para pemilik warkop, karena sangat terpukul dengan pemberlakuan PPKM. Bagi-bagi ratusan sembako itu tidak saja membantu di setiap Dapil anggota fraksi, tapi juga warga secara luas.

Ketua Umum PP IKA Unram itu mendaku, pihaknya mendukung penuh kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat, Pemprov dan Pemkot Mataram. Meskipun kebijakan ini memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

“Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk gelap. Intinya, apa yang dilakukan pemerintah dan Pemda NTB juga Pemkot Mataram, mulai PPKM Mikro memang dilematis. Tapi, itu untuk kenyamanan kita semua untuk menekan angka penyebaran Covid-19 yang cenderung kian meningkat akhir-akhir ini,” ujar Isvie.

PPKM ini diyakini bermanfaat untuk kepentingan jangka panjang dalam penanganan pandemi Covid-19 di Luar Pulau Jawa dan Bali, khususnya di Kota Mataram. Saatnya semua bergotong-royong.

“Tentu akan ada kerugian ekonomi yang ditimbulkan, namun di tengah wabah yang melonjak secara drastis dan membuat fasilitas tenaga kesehatan kewalahan, kebijakan ini harus diterima dengan lapang dada,” ucap Isvie.

Politisi kawakan Partai Golkar itu pun menyisihkan rejekinya guna membantu warga Mataram yang bekerja di warung kopi dan masyarakat yang tidak bisa melakukan usaha karena dampak pembatasan-pembatasan PPKM.

Selain itu, para anggota fraksi Golkar DPRD NTB juga membagikan paket sembako ke pemilik usaha kecil, ojek online hingga pasukan kuning yang kebanyakan wanita paruh baya di sepanjang jalan protokoler di Kota Mataram.

“Mudah-mudahan, bantuan sembako yang tidak seberapa ini, bisa sedikit meringankan beban hidup mereka dalam menghadapi masa PPKM Darurat ini,” tegas Isvie.

Aksi sosial fraksinya diharapkan bisa menjadi lecutan semangat kembali semua stakeholder di Kota Mataram untuk menunjukkan nilai-nilai ke-Indonesiaan dengan bergotong royong. Bergandengan tangan menangani pandemi ini secara bersama-sama, baik menjadi relawan maupun mendonasikan sedikit hartanya untuk meringankan warga terdampak. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.