Berbagi Berita Merangkai Cerita

Ketua DPRD NTB Apresiasi Kinerja Nana Sudjana dan Arif

0 10

MATARAM, DS – Kinerja institusi Polda NTB dan Kejaksaan Tinggi dalam satu tahun terakhir di tahun 2019, menuai apresiasi Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupadah MH. Hal itu nampak dari terciptanya kondusifitas dan kemanan di tengah masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan kehususnya kepada mantan Kapolda NTB, Irjen Pol Nana Sudjana yang telah mengakhiri tugasnya, karena dimutasi sebagai Kapolda Metro Jaya , setelah diterbitkannya telegram Kapolri, nomor ST/3331/XII/KEP/2019, tanggal 20 Desember 2019.

Nana Sudjana menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Pol Gatot Eddy Pramono yang dimutasi menjadi Wakil Kepala Polisi Republik Indonesia (Wakapolri). Sementara itu, posisi Nana sebagai Kapolda NTB selanjutnya digantikan oleh Irjen Pol. Tomsi Tohir yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Banten.

“Kita sampaikan apresiasi yang tinggi kepada pak Nama Sudjana yang sudah selesaikan tugas dengan baik di NTB sebagai Kapolda. Semua konflik dapat diselesaikan dengan baik, dan saya harapkan Kapolda yang baru dapat melanjutkan ini, menciptakan hubungan yang harmonis dengan Forkopimda,” ujar Isvie menjawab wartawan, Minggu (5/1) sore.

Isvie juga memberikan apresiasi yang sama kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, Arif, SH, MH yang juga diganti dalam waktu yang relatif bersamaan. Arif mendapat promosi sebagai Direktur Inteljen, Politik, Pertahanan dan Keamanan pada Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI.

Karier Arif sebelumnya pernah menjadi Kajari Bima pada 2007, menjadi Asisten Intelijen pada Kejati Lampung, kemudian jabatan koordinator pada Jampidsus Kejaksaan Agung, sampai akhirnya menjadi Wakajati Aceh sebelum ditetapkan sebagai Kajati NTB. Kini Arif digantikan oleh Nanang Sigit Yulianto, SH. MH yang saat ini masih menjabat sebagai Wakajati DKI. Nanang sebelumnya diketahui pernah menjadi Asisten Intelijen di Kejati NTB sekitar tahun 2011.

“Kinerja kejaksaan dibawah pak Arif selama satu tahun cukup baik, mudahn ini juga bisa dilanjutkan oleh Kejati yang baru pak Nanang, dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan Forkopimda,” kata Isvie.

Dikatakan Isvie, dilihat dari jabatan baru yang diemban oleh kedua mantan pimpinan institusi Aparat Penegak Hukum (APH) di NTB itu, merupakan jabatan yang cukup setrategis. Hal itu tentu tidak lepas dari kiprah dan prestasi yang sudah ditorehkan ditempat bertugas sebelumnya.

“Jadi dua-duanya yang keluar dari NTB itu orang yang luar biasa, dan semoga ditempat baru lebih sukses lagi. Selama kepemimpinan Polda NTB, pak Nana peduli sekali sama NTB. Misal saat terjadi demo besar-besaran di DPRD beliau hadir langsung ditengah-tengah kita, memimpin jalannya pengamanan, jarang Kapolda seperti itu,” jelasnya.

“Selama beliau memimpin, NTB terkendali dan kondusif, kebijakan gubernur diamankan dengan baik. Hubungan dengan Forkominda beliau sangat harmonis, pengayom yang baik. Tidak ada yang tidak terselesaikan dengan baik. Komunikasi kita mudah, beliau ditelpon, di SMS langsung menjawab,” sambungnya.

Hal yang sama juga dirasakan Isvie dalam kepemimpinan Arif sebagai Kejati NTB. Politisi Golkar itu menuturkan, dirinya sebagai pimpinan DPRD NTB kerap kali meminta kajian hukum kepada kejaksaan dalam setiap proses pengambilan keputusan politik di Udayana.

“Pak Arif sangat responsif, ketika pimpinan DPRD meminta pandangan dalam setiap pengambilan kebijakan, merekaa sangat welcome. Inilah bentuk kerjasama institusi yang baik dalam bersamaan-sama membangun daerah,” ungkapnya.

Terakhir disampaikan Isvie, bahwa pihaknya memiliki komitmen yang kuat untuk membangun sinergisitas yang kuat dengan semua institusi Forkopimda, khusus dengan kepolisian dan Kejaksaan. “Bagaimanapun untuk memastikan proses pembangunan di NTB berjalan dengan baik, maka kepastian dan jaminan kondusifitas sangat dibutuhkan,” tandasnya. RUL.

Leave A Reply