Menu

Mode Gelap

Hukum · 24 Apr 2020 09:50 WITA ·

Ketua BPD Kabar Laporkan Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan


					Muhibbin, Ketua BPD Kalijaga Baru Perbesar

Muhibbin, Ketua BPD Kalijaga Baru

SELONG, DS – Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kalijaga Baru (Kabar), Kecamatan Lenek, Lombok Timur, melaporkan sekertaris desanya (Sekdes) ke Kepolisian, terkait dugaan pemalsuan tanda tangan dalam dokumen Peraturan Desa (Perdes) Nomer 01 tahun 2020 tentang Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) APBDes tahun 2019.
Muhibbin, selaku ketua BPD mengaku tidak pernah menandatangani dokumen LPJ Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), tahun anggaran 2019. Karena itulah, dia merasa keberatan dan melaporkan pemalsuan tanda tangan tersebut ke Polres Lombok Timur.

Laporan pun telah dilayangkannya pada tanggal 31 maret lalu. Dan pada Kamis (23/04), ia telah dipanggil oleh penyidik untuk memberikan keterangan.

Selain keberatan tanda tangannya dipalsukan, Muhibbin juga merasa ada kejanggalan dalam penandatanganan dokumen tersebut. Karena terkesan dilakukan secara terburu-buru, dan tidak transparan. Padahal, seluruh anggota BPD tidak pernah keluar daerah saat penandatangan LPJ pada bulan Februari tersebut.

“Setelah kita pelajari, memang ada yang janggal. Dan sudah dilaporkan oleh lembaga ke Polisi, Kejaksaan, dan Inspektorat,” terangnya.

Lebih lanjut Muhibbin menuturkan, bahwa Pemerintah Desa Kalijaga Baru tidak pernah melakukan pembahasan LPJ bersama BPD. Padahal, dalam laporan yang di layangkan ke Kepolisian Muhibbin menyebut adanya pemalsuan tanda tangan daftar hadir pada pembahasan LPJ 2019.

“Tidak ada pembahasan. Tiba-tiba terbit. Tiba-tiba ada tanda tangan. Itu yang sangat kita sayangkan. Harusnya dibahas,” ungkapnya.

Pemalsuan tanda tangan tersebut, telah diakui oleh Sekdes di hadapan seluruh anggota BPD. Bahkan Sekdes sempat meminta seluruh anggota BPD untuk melakukan penandatanganan ulang dokumen LPJ APBDes Kalijaga Baru tahun 2019 tersebut.

“Semuanya kita tahu. Karena kemarin 13 April itu dia (Sekdes,red) ngaku sama BPD. Sekdes. Dia bilang ini kekhilafan saya. Terus dia minta kita (BPD,red) tanda tangan ulang,” bebernya.

Dikonfirmasi melalui saluran telepon, Sekdes Kalijaga Baru, Ahmad Sunaan, tak membantah dugaan pemalsuan tanda tangan yang dilakukannya.

Dengan tegas Sunaan mengakui dirinya telah melakukan kesalahan dengan memalsukan tanda tangan tujuh orang anggota BPD Kalijaga Baru. Sembari menyampaikan alasan, hal itu dilakukannya karena terburu-buru, dan banyaknya laporan yang harus diselesaikannya.

“Karena kondisi kemarin. Saya ngaku sih salah. Karena Banyaknya laporan yang saya buat sehingga itu yang terjadi,” ucapnya.

Dia juga mengatakan telah meminta maaf kepada semua anggota BPD atas kesalahan yang dilakukannya, dan menyarankan untuk merombak ulang LPJ yang telah selesai tersebut melalui kegiatan pembahasan LPJ.

“Ngaku saya salah, pak. Sudah saya ngomong, kita buat kegiatan, kita rombak ulang. Tapi, dia tidak mau,” pungkasnya. Dd

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 187 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPD IMM NTB Kecam Tindakan Represif terhadap Kader IMM NTB

9 September 2022 - 15:52 WITA

Sebanyak 41 Tersangka Kasus Perjudian Diamankan Polda NTB

26 Agustus 2022 - 10:18 WITA

Polisi Tembak Polisi, OKP Cipayung Plus NTB Desak Presiden Copot Kapolri

20 Agustus 2022 - 15:12 WITA

Bongkar Sindikat Narkoba, 13 Tersangka Diamankan Bersama Kiloan Sabu dan Ganja

20 Agustus 2022 - 07:20 WITA

Satu dari Empat Terduga Pelaku Pencurian di Pagesangan Tertangkap Tim Opsnal Polsek Pagutan

18 Juli 2022 - 16:31 WITA

Razia di Ruang Tahanan, Benda Ini yang Ditemukan Polisi

17 Juli 2022 - 19:06 WITA

Trending di Hukum