Berbagi Berita Merangkai Cerita

Ketika Pasien Corona Dajak Bersenam Ria

12

MATARAM, DS – Sekitar 37 orang pasien positif corona nampak bersemangat mengikuti kegiatan senam bersama di halaman Rumah Sakit Darurat Kota Mataram, di Wisma Nusantara, Mataram pada Minggu pagi (7/6).
Kondisi fisik mereka sehat dan bugar. Sesekali beberapa diantaranya berteriak lepas saat mengikuti gerakan senam dari instruktur yang piawai.
“Kita memang terpapar corona, namun termasuk OTG (Orang Tanpa Gejala), makanya kita sehat dan baik-baik saja,” ujar salah seorang pasien, wanita berusia 37 tahun, sebut saja nama samarannya Karina.
Karina sudah seminggu berada di RS Darurat di Wisma Nusantara. Karena tidak menderita gejala klinis corona seperti batuk pilek dan demam, ia pun menjalani isolasi dengan biasa saja.
“Umumnya yang di sini, kan tidak bergejala. Jadi ya, seperti hidup di rumah tetapi dengan kontrol pola makan dan asupan nutrisi untuk imunitas yang diperketat dari petugas kesehatan. Dan karena OTG ya, kita juga harus nggak kemana-mana untuk mengurangi resiko menularkan,” katanya.
Wanita energik ini percaya bahwa ia bisa sembuh dari corona. Sebab puluhan pasien positif yang sebelumnya menjalani isolasi terpadu di RS Darurat ini juga sudah sembuh dan boleh pulang.
“Awalnya memang sempat drop, agak stress waktu tahu kalau saya terpapar. Apalagi, stigma selama ini kan buruk sekali. Tapi, sekarang baru kita sadar, banyak pikiran justru membuat imun tubuh menurun dan justru merugikan kesehatan. Jadi tetap optimis saja, dan ikuti anjuran tenaga kesehatan yang merawat kita,” jelasnya.
Karina mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada jajaran Kesehatan di Kota Mataram yang sudah sangat memperhatikan mereka, dan memberi motivasi bahwa corona memangbisa disembuhkan dan pasien positif bisa menjalani kehidupan normal setelah sembuh nantinya.
Kegiatan senam bersama di RS Darurat Wisma Nusantara, menjadi salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan tim kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram.
Senam bersama dilakukan dengan tetap mentaati protokol kesehatan, mengatur jarak satu sama lain dan menggunakan masker. “Iya ini kegiatan rutin di RS Darurat, pasien yang dirawat disini senam pagi bersama. Alhamdulilah mereka dalam keadaan sehat,” kata Direktur RSUD Kota Mataram, dr H Lalu Herman Mahaputra, saat dijumpai di sela-sela kegiatan senam bersama, kemarin.
Menurutnya, kegiatan senam bersama bukan saja bermanfaat untuk kebugaran tubuh, namun juga bisa membangun optimisme psikologis yang berpengaruh ke peningkatan imunitas tubuh bagi pasien.
Pria yang karib disapa Dokter Jack ini menjelaskan, pasien yang terpapar namun tanpa gejala atau OTG bisa sembuh dengan cara meningkatkan imunitas tubuh.
Namun berdasarkan pengalaman merawat pasien corona, tingkat imunitas juga sangat dipengaruhi faktor psikologis, sehingga masing-masing pasien membutuhkan waktu berbeda-beda untuk bisa benar-benar sembuh dan hasil swabnya negatif.
“Dari pengalaman kita, rata-rata yang tanpa gejala memang bisa sembuh dalam 18 hari. Tapi, ada juga yang lebih lama bahkan sampai dua bulan. Karena apa?, mereka ternyata cemas dan juga khawatir dengan stigma masyarakat, takut dikucilkan, dan lain sebagainya. Nah, ini yang nggak boleh terjadi, harus kita beri motivasi agar saudara-saudara kita yang saat initerpapar, punya semangat untuk sehat kembali,” tandas Dokter Jack.
Saat ini ada 37 orang pasien positif corona yang dirawat isolasi terpadu di RS Darurat Kota Mataram ini. Sebelumnya cukup banyak, namun sudah banyak pula yang sembuh dari corona dan diperbolehkan pulang.
“Total perhari ini di RS Darurat Wisma Nusantara ada 37 orang. Karena kemarin sudah ada 20-an yang sembuh dan boleh pulang,” katanya.
Selain senam bersama, Minggu (7/6) para pasien di RS Darurat Kota Mataram juga mendapatkan motivasi dan konseling dari Dr Diah SpKJ, dari RSUD Kota Mataram. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.