Berbagi Berita Merangkai Cerita

Ketat, Pertarungan Pilkada Sumbawa 2020

0 48

MATARAM, DS –  Para kandidat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa yang bertarung di Pilkada kali 2020 diprediksi berlangsung ketat merebut suara dengan segmentasi pemilih yang terpetakan secara jelas afiliasi dukungannya.

Saat ini, setidaknya sudah ada  beberapa calon  yang sudah mencuat yang diprediksi maju lewat jalur parpol maupun  independen.  Selain petahana, calon Bupati – Wakil Bupati yang digadang-gadang tampil di Pilkada Sumbawa adalah H Mahmud Abdullah ( Haji Mo’) – Dewi Noviany.

Selanjutnya, H Syarafuddin Jarot – H Muchlis, dan Nurdin Ranggabarani. Sementara, Talifudin – Sudirman bakal maju melalui jalur independen. “Lima pasangan itu bakal memiliki kans maju.  Kami memprediksi Pilkada Sumbawa pasti seru dan penuh gengsi,” ujar Direktur Lembaga Kajian Politik M16, Bambang Mei Finarwanto menjawab wartawan, Kamis (6/2).

Menurut dia, keseimbangan kekuatan lima  pasangan ini baik dari sisi dukungan politik dan juga potensi geopolitik. Apalagi, Bupati petahana, Husni Djibril  dikabarkan akan maju kembali dalam pertarungan apabila ada parpol yang mengusungnya kelak.

Kata Bambang, kendati tidak diusung PDIP, Husni masih mempunyai  elektabilitas dan popularitas. Hal ini serupa dengan pasangan H. Syarafuddin Jarot – Mokhlis yang diusung Partai Gerindra juga punya potensi mumpuni.

“Sebagai pendatang baru, pasangan Jarot – Mokhlis dipandang mampu mengimbangi power petahana karena background maupun investasi sosial di masyarakat Sumbawa,” kata dia.

Bambang menuturkan, Jarot yang pernah menjabat salah satu petinggi di PT Newmont Nusa Tenggara yang kini dinasionalisasi menjadi PT. Amman Mineral, kiprahnya  tak bisa diragukan di tengah masyarakat Sumbawa.

“Jarot sudah lama berbuat dan bersentuhan dengan masyarakat Sumbawa, tentu kontribusi sosialnya akan menjadi bekal yang kuat menciptakan kantung suara,”ungkapnya.

Wakilnya sendiri, Mokhlis memiliki latar belakang birokrasi yang baik dan inovatif. Namanya dikenal karena aktif turun menyalurkan program pemerintah. Keluarga besar Mokhlis pun disebut memiliki kedekatan dengan warga Sumbawa. “Ada ketokohan kuat dalam diri Pak Mokhlis ini,” sambung Bambang.

Selanjutnya, pasangan Haji Mo’ – Novi. Diungkapkan Bambang, H. Mo’ patut diperhitungkan dari sisi kapasitas dan performance . Hal itu menyusul Wakil Bupati itu memiliki basis suara yang tak bisa diremehkan dimata publik Sumbawa. Bahkan, ia memiliki pengalaman dan rekam jejak mengikuti konstestasi Pilkada Sumbawa tahun 2015 lalu.

Sementara, Novi yang juga adik kandung Gubernur NTB Zulkieflimansyah, dianggap mampu memberikan kontribusi yang signifikan  dalam mendongkrak perolehan suara paket ini. “Pasangan Haji Mo’ – Novi didukung PDIP dan PKS serta beberapa parpol lain yang diprediksi masuk dalam gerbong ini,” kata Bambang.

Terkait politisi kawakan PPP , Nurdin Ranggabarani, menurut dia, sosok mantan anggota DPRD NTB itu sangat agresif dan organize melakukan sosialisasi dan penetrasi dukungan di masyarakat Sumbawa, termasuk melakukan komunikasi politik dengan pimpinan parpol.

“Rangkaian manuver dan kerja politik Nurdin ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Dia ingin membuktikan serius maju di pilkada Sumbawa karena ini pertarungan terakhirnya (the last battle) kalah ataupun menang,” jelas Bambang.

Sementara untuk calon jalur independen, yakni Talifudin – Sudirman jika lolos persyaratan paslon oleh KPU, tentu membutuhkan kerja ekstra keras, khususnya intensitas visiting  dalam meraih dukungan publik Sumbawa. Mengingat jalur independen tidak memiliki perangkat atau struktur sampai ke tingkat ranting seperti jalur parpol.

“Dari sisi geopolitik pun, kandidat calon pasangan ini tentu punya dukungan di wilayah masing-masing, timur dan barat,” kata Didu sembari menambahkan langkah politis dan pola kampanye nantinya yang akan sangat menentukan kans kemenangan.

“Langkah strategis para pasangan ini yang akan menentukan. Sebab kans para pasangan calon ini nantinya  punya potensi dan kanal-kanal suara masing-masing yang spesifik dan khas,” sambung Bambang

Ia tidak memungkiri saat ini untuk Pilkada Sumbawa muncul banyak nama kandindat yang disinyalir memiliki interest kuat maju dalam kontestasi ini. Nama-nama seperti Burhanudin Jafar Salam (BJS), Andi Tirta, A Rahman Alamudy, digadang-gadang tampil sebagai calon alternatif.

“Pertarungan di Pilkada Sumbawa berada pada medan teritori yang luas. Tak seperti di daerah lain, pemilih menyebar dalam ruang – ruang yang jauh. Energi para paslon akan cukup terkuras untuk terus menyapa mereka. Jadi, para calon ini harus kuat-kuat tenaga dan hamburkan logistik diawal tanpa parameter yang terukur, akhirnya lemas sebelum finish,” tandas Bambang.

Ia menambahkan, berkaca pada pileg dan pilpres 2019 partisipasi pilitik di Sumbawa cukup tinggi diatas 75 persen. Para calon punya tantangan tak hanya harus menang, namun juga sanggup meningkatkan partisipasi pemilih. “Utamanya pemilih pemula dan milenial, itu bisa menjadi kekuatan bila dikelola optimal,” pungkas Bambang. RUL.

Leave A Reply