Rabu , 11 Desember 2019
Home / Kesehatan / Wagub Rohmi : Lingkungan Buruk Picu Balita Stunting di NTB
Wagub Sitti Rohmi Djalilah didampingi Plt Kadis Kominfotik NTB saat menghadiri Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia yang digelar di Car Free Day Jalan Udayana

Wagub Rohmi : Lingkungan Buruk Picu Balita Stunting di NTB

MATARAM, DS- Sekitar 70 persen jumlah anak yang mengalami Stunting atau gagal tumbuh di NTB akibat kekurangan gizi kronis dipicu persoalan lingkungan. Buang air besar (BAB) sembarangan memiliki dampak langsung bagi tumbuh kembang balita.

“Balita stunting juga bisa disebabkan oleh kebiasaan BAB sembarangan. Maka dari itulah kebersihan sudah menjadi kebutuhan kita, bahkan kewajiban yang harus kita wujudkan di NTB,” ujar Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah saat menghadiri Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia yang digelar di Car Free Day Jalan Udayana, Mataram, Minggu (6/10).

Wagub mengakui mewujudkan dan menjaga lingkungan bukan saja merupakan pekerjaan pemerintah, namun sinergi dan kerjasama semua pihak. Kata Rohmi, semua pihak harus bergerak diantaranya pemerintah, sektor swasta, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) dan masyarakat NTB.

“Semua pihak harus sungguh-sungguh bergerak sesuai dengan lingkungan komunitasnya dan tanggungjawabnya dimana dia harus bergerak,” kata dia.

Rohmi mengajak masyarakat menjaga lingkungan. Salah satu cara sederhana dan mudah dilakukan dengan cara memilah dan mengelola sampah. Untuk itu, tidak disatukannya sampah non organik seperti plastik, beling dan lainnya harus mulai dilakukan. “Begitupun sampah organik seperti sisa makanan, limbah dapur dan dedaunan untuk dipisahkan,” ucap dia.

Menurut Rohmi, setelah sampah dipisah, bank sampah yang akan bergerak. Ini merupakan bentuk fasilitasi pemerintah sehingga sampah dapat dikelola sebagai sumber daya. “Sampah ini kalau kita pandai memperlakukannya dengan cara mengelolah dan memilahnya akan menjadi sumber daya. Sampah ini tidak menjadi jijik dan dapat meminimalisir bencana dengan nilai ekonomi yang dapat menghasilkan uang,” jelasnya.

Saat ini pihaknya tengah fokus memperjuangkan terwujudnya NTB Bebas Sampah (Zero Waste). Sehingga, mulai tahun 2020 Pemkot Mataram dijadikan pilot project tentang kebersihan lingkungan. Dimana, jajaran Pemkot harus terus mengampanyekan agar warganya memilih dan memilah sampah untuk dibawa ke TPA Kebun Kongo.

“Kalau dibawa tanpa dipilah maka TPA Kebun Kongo akan menolak sampah tersebut, ini sudah menjadi komitmen bersama,” tegasnya. Wagub juga mengingatkan masih tersisa waktu 3 bulan agar masyarakat mulai membiasakan diri memilah sampah. “Harus mulai dari diri, keluarga dan rumah tangga kita semua,” tandas Rohmi. fm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Hj. Niken: Stop Penggunaan Pewarna & Bahan Berbahaya Dalam Makanan.

MATARAM,DS-Jajanan yang mengandung zat-zat kimia dan pewarna berbahaya, jika dikonsumsi oleh anak-anak, memang tidak semuanya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: