Sabtu , 14 Desember 2019
Home / Kesehatan / Wagub : Karakter Anak Dibentuk dari Keluarga Harmonis
Wagub Sitti Rohmi Djalilah (tengah) saat mengadiri inspiratif expo dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2019 di di area car freeday Jalan Udayana, Kota Mataram

Wagub : Karakter Anak Dibentuk dari Keluarga Harmonis

MATARAM, DS – Keluarga harmonis merupakan kunci utama dalam pembentukan karakter anak. Diharapkan anak-anak dapat menyampaikan keluh-kesahnya kepada ibu, ayah dan keluarga terdekatnya manakala ada masalah.

Wagub Hj. Sitti Rohmi Djalilah meminta agar jika ada masalah pada anak-anak, seyogyanya tidak dipendam sendirian sehingga menimbulkan depresi, bahkan dapat berujung sikap putus asa. “Hanya keluarga yang harmonis dapat membawa anak-anaknya menjadi orang hebat dan anak yang bisa menatap masa depannya,” ujar Wagub saat mengadiri inspiratif expo dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2019 dengan tema “Promosi Kesehatan Jiwa dan Pencegahan Bunuh Diri” di area car freeday Jalan Udayana, Kota Mataram, Minggu (3/11).

Rohmi menugasi pihak RSJ Mutiara Sukma NTB untuk terus memasifkan edukasi bagaimana menjadikan anak-anak NTB menjadi anak yang ceriah yang mampu menatap masa depannya dengan optimis. Tanpa putus asa yang berujung pada ganguan mental dan niat bunuh diri.

“Manfaatkan kemajuan teknologi informasi, dan semua media komunikasi seperti Medsos, facebook, IG, Website dan media arus utama lainnya untuk menyebarluaskan informasi dan mengedukasi masyarakat tentang upaya-upaya preventif untuk mencegah depresi atau gangguan kejiwaan. Sehingga lebih cepat dan menjangkau semua lapisan masyarakat,” jelas Wagub.
“Dengan demikian, masyarakat menjadi mengerti. Misalnya untuk mengatasi ODGJ, tidak langsung dipasung, tetapi diobati atau dirujuk ke RSJ Mutiara Sukma,” sambungnya.
Wagub juga mengungkapkan pentingnya peran posyandu keluarga dalam penanganan masalah gangguan jiwa. Oleh karena itu, ia memastikan bahwa masalah kesehatan jiwa pada program revitalisasi posyandu tersebut harus masuk. “Kita tidak mau ada lagi masyarakat yang dipasung karena masalah kesehatan jiwanya,” tandas Rohmi.

Sementara itu, dr. I Putu Diatmika, M. Biomed.,Sp. Kj mengungkapkan banyak faktor yang dapat menyebabkan orang terkena gangguan mental dan depresi. Kata dia, beberapa penyebab banyaknya keinginan bunuh diri di kalangan remaja dikarenakan beberapa sebab. Diantaranya, masalah kejiwaan seperti depresi, anxiety, bipolar dan lain-lain.

“Kemudian latar belakang keluarga broken home atau Komunikasi di keluarga yang tidak baik, watak atau karakter perfectionis anak, hingga video rekaman korban bunuh diri yang ditonton dapat menjadi pemicu keinginan bunuh diri,” ungkap Putu Diatmika.

Ia menjelaskan, merujuk hasil penelitian yang dilakukannya terhadap sejumlah kasus bunuh diri di Dompu pada awal tahun 2019 lalu. Kata dia, dari survey dan wawancara yang dilakukan pada sekitar 260 orang siswa/siswi setingkat SMA/SMK. Hasilnya, sebanyak lima orang siswa memiliki ide bunuh diri, karena faktor-faktor tersebut diatas.

Menurutnya, ciri-ciri orang yang mulai terkena gangguan jiwa antara lain cemas, menarik diri dari pergaulan atau suka melamun, kurang bergairah, tidak fokus, cepat lelah dan sering berubah ubah serta perubahan lainnya.

Sebelumnya, Direktur Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB, Dr. Evy Kustini Somawijaya, MM menjelaskan, masalah kesehatan jiwa menjadi prioritas yang membutuhkan perhatian yang intensif. Mengingat Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di provinsi NTB relatif tinggi.

Berdasarkan Hasil riset kesehatan daerah, kata dr. Evy diakuinya NTB masih tergolong daerah yang memiliki angka gangguan jiwa berat, gangguan mental emosional dan depresi, sebesar 10 persen di tahun 2018. “Angka itu lebih tinggi dibanding nasional yang hanya sebesar 7,0 persen,” kata dia.

Menurut Evy, upaya pencegahan telah dilakukan pihaknya. Salah satunya, promosi klinik dan pelayanan kesehatan jiwa yang dilaksanakan di Lombok Epicentrum Mall bertepatan dengan hari bhakti Ikatan Dokter Indonesia beberapa bulan lalu. “Alhamdulillah kami mendapatkan juara pertama dengan tingkat partisipasi masyarakat paling banyak,” tegasnya.

Tidak itu saja, upaya edukasi masyarakat dan para pelajar di kabupaten/kota di NTB, juga terus dilakukan pihaknya. Antara lain melalui workshop tentang deteksi dini gangguan jiwa di tingkat SMA/SMK sederajat, lomba untuk Puskesmas teladan kesehatan jiwa dan beberapa kegiatan lain.
“Sehingga pengetahuan masyarakat terhadap pentingnya kesehatan jiwa semakin luas,” tandas Evy Kustini Somawijaya. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Bupati Najmul Tutup OTP Cup 2019

Pemenang,DS- Berlangsung di lapangan GOR Pemenang Bupati Lombok Utara resmi menutup Open Turnamen Pemenang atau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: