Kamis , 21 November 2019
Home / Kesehatan / Sembilan Pelajar Mataram Tertangkap Pakai Narkoba di Kos-kosan LAN :  Penyuluh Narkoba di Sekolah Minim
Ibrahim Saehaia

Sembilan Pelajar Mataram Tertangkap Pakai Narkoba di Kos-kosan LAN :  Penyuluh Narkoba di Sekolah Minim

MATARAM, DS – Lembaga Anti-Narkoba (LAN) menilai penyuluhan-penyuluhan antinarkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa di Indonesia saat ini masih sangat minim. Parahnya, kalaupun ada penyuluhan soal bahaya Narkoba hanya dilakukan setahun sekali.

“Jadi wajarlah, ada kasus tertangkapnya  sembilan pelajar SMP di Kota Mataram, kedapatan menggelar pesta sabu di sebuah kamar kos-kosan. Ini karena memang, penyuluhan di sekolah-sekolah masih sedikit sekali dilakukan akhir-akhir ini,” ujar Ketua Umum LAN, Ibrahim Saehaia, menjawab wartawan saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Selasa (8/10).

Dalam pantauannya di semua wilayah di Indonesia termasuk di NTB, beberapa sekolah sangat jarang bahkan belum pernah ada yang melakukan kegiatan penyuluhan narkoba tersebut. “Kalaupun ada, kegiatannya hanya dilakukan setahun sekali pada saat penerimaan siswa atau mahasiswa baru saja,” tegas Ibrahim.

Beberapa sekolah yang sudah pernah melaksanakan penyuluhan antinarkoba pun tidak memonitoring dampak kelanjutan dari penyuluhan tersebut. Padahal, kata Ibrahim, penyuluhan adalah hal yang terdengar sepele namun sangat penting untuk dilakukan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“Dalam pemberantasan narkoba ada tiga hal, kalau LAN sendiri ada upaya pencegahan, rehabilitasi, dan reaksi cepat (penyergapan). Nah, yang paling penting sebenarnya adalah upaya pencegahan sejak dini,” kata dia.

Ibrahim mengatakan, salah satu masalah besar di Indonesia adalah sebagian besar masyarakatnya belum “melek” narkoba. Kata dia, seruan dan imbauan antinarkoba di televisi, radio, media sosial, di mana-mana ada. “Tapi ironisnya masyarakat sendiri sebetulnya belum tahu narkoba itu seperti apa,” ucapnya.

Ibrahim berharap ke depan masalah-masalah tersebut dapat diselesaikan tidak hanya dengan upaya kerja sama antarpemerintah, lembaga atau organisasi antinarkoba, dan TNI-Polri saja, tapi juga seluruh masyarakat Indonesia.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk siap bersama-sama menjadi jurkam (juru kampanye) antinarkoba,” kata Ibrahim.

Untuk diketahui, saat ini LAN bekerjasama dengan berbagai lembaga dan organisasi antinarkoba di Indonesia termasuk BNN.

Kasus Meningkat

Sebelumnya, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisiaris Jenderal Polisi Heru Winarko menyebut, penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja makin meningkat. Di mana ada peningkatan sebesar 24 hingga 28 persen remaja yang menggunakan narkotika.

“Hasil dari penelitian kita bahwa penyalahgunaan itu beberapa tahun lalu, milenial atau generasi muda hanya sebesar 20 persen dan sekarang meningkat 24 -28 persen itu adalah kebanyakan pengguna anak-anak dan remaja,” ujar Heru dalam siaran tertulisnya yang diterima wartawan.

Heru menerangkan, kalangan remaja yang terpapar narkotika lebih rentan sebagai pengguna jangka panjang. Sebab, mereka memiliki waktu yang cukup panjang dalam mengkonsumsi narkoba.

“Karena kalau milenial yang sudah menggunakan, maka rentan penggunaan jangka panjang. Sehingga market mereka terjaga dan mereka enggak pusing lagi. Misalnya umur 15 tahun mengunakan narkoba sampai umur 40 tahun, berapa jangka waktu mereka menggunakan narkoba,” tandasnya. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

“Screening” Bibir Sumbing di Lotim

MATARAM,DS-Screening (pemeriksaan) terhadap penderita bibir sumbing (umur 3 bulan s/d 7 tahun) berlangsung di Aula …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: