Selasa , 31 Maret 2020
Home / Kesehatan / Sehebat Apapun Fasilitas Kesehatan, Tak Ada Artinya Jika Warga Tak Proteksi Diri
Wagub NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah

Sehebat Apapun Fasilitas Kesehatan, Tak Ada Artinya Jika Warga Tak Proteksi Diri

MATARAM, DS – Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, meminta masyarakat di wilayahnya untuk mematuhi anjuran yang telah ditetapkan pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona pasca-satu warga di daerah itu dinyatakan positif COVID-19.

“Kembali kepada diri kita semua warga NTB, apakah kita mau mematuhi aturan, mau disiplin dan saling mengingatkan atau tidak. Karena sehebat apapun fasilitas kesehatan tidak akan ada artinya tanpa setiap warga yang proteksi dirinya sendiri,” ujarnya menjawab wartawan, Selasa (24/3).

Menurut Wagub NTB, persoalan virus COVID-19 bukan ranah politik, melainkan berbicara nyawa seseorang. Karena itu, dibutuhkan kepatuhan masyarakat bagaimana mengikuti peraturan yang ditetapkan pemerintah.

“Masyarakat tidak boleh panik, ndak pade ngampahan (jangan menganggap enteng) dan ndak bejorak (jangan anggap lelucon). Yang utama, jangan pernah menerima informasi yang tidak benar,” tegas Rohmi.

Karena itu, Rohmi menekankan kepada masyarakat untuk tidak berhenti mengikuti anjuran pemerintah seperti menjaga jarak (sosial distancing), tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan penting, hindari kerumunan atau berkumpul, dan tidak lupa selalu mencuci tangan serta menjaga kebersihan. Sebab, 85 persen penderita COVID-19 tidak menunjukkan gejala sakit.

“Kalau warga tidak paham maka akibatnya akan buruk. Contoh kalau kena satu sudah interaksi dengan banyak orang maka bayangkan berapa orang yang diawasi. Makanya kita saling disiplin dan tidak memperbanyak guyon,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengumumkan satu warganya positif terpapar virus Corona jenis baru atau COVID-19. Ia menjelaskan, satu warga positif COVID-19 itu berjenis kelamin perempuan berusia 50 tahun dan berasal dari Pulau Lombok.

“Yang bersangkutan sudah dirawat di RSUD NTB sejak 17 Maret 2020 dan pemerintah sudah mengondisikan dengan sangat baik,” terangnya.

Menurut Gubernur NTB, pasien memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit COVID-19 selama 14 hari. Hanya saja, tidak disebutkan negara tempat terjangkit dan kemungkinan pasien terjangkit di luar NTB.

“Korban menghadiri banyak kegiatan, salah satunya di Jakarta,” ucap Bang Zul sapaan akrabnya. Untuk menghindari penularan lebih lanjut, kata Gubernur NTB, petugas kesehatan sedang melakukan kontak tracking terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang bersangkutan.

Kendati demikian, gubernur berharap kepada semua lapisan masyarakat untuk tetap tenang, hindari keramaian, menjaga kesehatan dengan pola hidup bersih dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Kami harap kepada semua lapisan masyarakat untuk tetap tenang, hindari keramaian, menjaga kesehatan dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat serta mengurangi aktivitas diluar rumah,” tandasnya. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Perangi Pandemi Covid-19, Relawan RC-19 NTB Galang Dana Bantu APD Tenaga Medis

MATARAM, DS- Relawan COVID-19 (RC-19) NTB turut bergerak untuk melawan pandemi Corona Covid-19 yang tengah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: