Rabu , 11 Desember 2019
Home / Kesehatan / “Screening” Bibir Sumbing di Lotim
Screening bibir sumbing di Lombok Timur

“Screening” Bibir Sumbing di Lotim

MATARAM,DS-Screening (pemeriksaan) terhadap penderita bibir sumbing (umur 3 bulan s/d 7 tahun) berlangsung di Aula Pendopo Bupati Lombok Timur (Lotim), Selasa (12/11/19). Bakti sosial dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) tersebut terlaksana atas kerjasama Pemda Lombok Timur dengan RS Unram (Rumah Sakit Universitas Mataram),

Setidaknya ada 9 institusi yang bersinergi yaitu Pemda Lotim, Rumah Sakit Universitas Mataram (RS Unram), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Chang Gung Memorial Hospital Taiwan, TP PKK Kab Lotim, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Baznas Lotim, Rendri Foundation Lombok Forgotten Childrem, Dana Anak Dokter Hijau (Batu Hijau Doctors Childrens Fund). Penderita Sumbing tersebut setelah diperiksa dan dinyatakan layak operasi oleh dokter bedah, akan dioperasi pada tanggal 19 s/d 24 November 2019 di RS Unram.

Pemegang Program Bibir Sumbing dan Katarak Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Penunjang Pelayanan Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Lotim. Fauziah, ST., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian Bhakti Sosial dalam memperingati HKN 12 November 2019.

“Pendamping dari Puskesmas (dari sejumlah 34 Puskesmas) di Lotim mendaftarkan warga masyarakat penderita bibir sumbing yang ada di wilayah binaannya. Setelah hari ini discreening (diperiksa) oleh tim dari RS Unram maka, operasi dilakukan nanti pada tanggal 19 s/d 24 November 2019 di RS Unram,” kata Fauziah.

Menurutnya, lebih dari 30 an orang (37 orang telah mendaftar dan telah melalui proses screening (pemeriksaan) oleh tim dari RS Unram yang terdiri dari tim laboratorium, dokter umum, dan dokter bedah. Dari yang 37 orang itu, 35 orang yang berlanjut pemeriksaann (2 orang pulang). “Yang 35 orang itu pun nanti menunggu hasil pemeriksaan (laboratorium) berikutnya di Mataram,” imbuhnya.

Tim Screening berjumlah 6 orang masing-masing 2 orang dokter dan 4 orang tenaga laboratorium. Tim tersebut dengan bidang screening masing-masing dr. Lalu Ahmad Syarif (dr. umum RS Unram ), dr. Ummu Istikharoh, Sp.Bp (dokter bedah plastic RS Unram), dan Eva Komalasari, S.Kep.Nes., Usuratussururi, A.Md.Keb., Siti Fartumawati, A.Md.Ak., Bq.Siti Rahmayani, A.Md.Ak (perawat dari Laboratorium RS Unram).

“Hal penting yang juga merupakan syarat awal menuju operasi bibir sumbing adalah : Hb, BB, Usia, dan WB. Selain itu melihat juga kelainan bawaan dan infeksi,” kata dokter Lalu Ahmat Syarif.

Menurut alumni Fakultas Kedokteran Unram ini, apabila ada indikasi dalam screening, hal itu ditangani hingga betul-betul siap operasi yang direncanakan tanggal 19 s/d 24 November 2019 mendatang di RS Unram. “Ada yang demam kita berikan obat. Insya Allah semua dalam keadaan sehat dan siap operasi nantinya,” imbuh pria kelahiran Dasan Lekong 1986 ini.

Dokter L.Ahmad Syarif menyampaikan bahwa, hasil pemeriksaan selain dikirim ke RS Unram juga dikirim ke FKUI dan Chang Gung Memorial Hospital Taiwan. “Foto kegiatan dan hasil pemeriksaan (screening) kita kirim juga ke FKUI dan Chang Gung Memorial Hospital Taiwan, karena kita bekerjasama dengannya,” terang alumni SMAN 1 Selong ini sembari berpesan dan mengingatkan kepada keluarga penderita terkait factor penyebab bibir sumbing seperti minum obat sembarangan, minum-minuman beralkohol, merokok dan/atau kurang gizi selama kehamilan.

Sementara itu, dokter Ummu Istikharoh, Sp.Bp menyampaikan, ada 6 jenis bibir sumbing dan 4 jenis lelangit sumbing yang menjadi bagian kegiatan operasi bedah nantinya .

Ummu Istikharoh menjelaskan, jenis bibir sumbing tersebut adalah bibir sumbing microform (microform cleft lip), bibir sumbing unilateral inkomplet (incomplete unilateral cleft lip), bibir sumbing unilateral komplet (complete bilateral cleft lip), bibir sumbing bilateral inkomplet (incomplete bilateral cleft), bibir sumbing bilateral komplet (complete bilateral cleft lip), dan bibir sumbing bilateral inkomplet dan komplet.

Sedangkan jenis lelangit sumbing masing-masing lelangit sumbing saja (isolated cleft palate), bibir dan lelangit sumbing unilateral, bibir dan lelangit sumbing bilateral, lelangit sumbing submokosa.

Bibir dan lelangit sumbing paling sering ditemukan (46%), diikuti dengan lelangit sumbing saja (33%). Bibir sumbing dan bibir + lelangit sumbing lebih banyak ditemukan pada laki-laki. Lelangit sumbing saja lebih banyak ditemukan pada perempuan.

“Operasi bibir sumbing usia minimal 3 bulan dan berat badan minimal 5 kg, Operasi lelangit sumbing usia 1,5 – 5 tahun, berat badan minimal 10 kg. Operasi revisi bibir sumbing usia 3 tahun sampai dewasa. Kondisi umum sehat. Pemeriksaan menunjang (laboratorium dan rontgen) tidak ada kelainan,” terang Ummu Istikharoh (Kus).

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Hj. Niken: Stop Penggunaan Pewarna & Bahan Berbahaya Dalam Makanan.

MATARAM,DS-Jajanan yang mengandung zat-zat kimia dan pewarna berbahaya, jika dikonsumsi oleh anak-anak, memang tidak semuanya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: