Selasa , 21 Januari 2020
Home / Kesehatan / “Sampah Itu Ga Jahat”, Raih Juara Terbaik
Kadis Kesehatan NTB menyerhkan hadiah kepada pemenang Lomba Vlog

“Sampah Itu Ga Jahat”, Raih Juara Terbaik

MATARAM,DS-“Sampah Itu Ga Jahat” adalah judul video pendek atau vlog karya Herkiandi. Karya ini berhasil meraih juara terbaik dalam ajang lomba Vlog dan Phonegraphy yang dilaksanakan Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Pemerintah Provinsi NTB serangkaian Peringatan Hari Kesehatan Nasional dan HUT ke- 61 Provinsi NTB Tahun 2019.

Lomba yang mengusung tema Kesehatan Lingkungan dan Posyandu Keluarga tersebut, merupakan salah satu upaya promosi kesehatan dan program unggulan NTB Gemilang melalui media sosial. Sekaligus mengukur kepedulian milenial tentang kesehatan dengan cara pandang mereka sendiri.

Herkiandi usai menerima hadiah uang tunai dari Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Nurhandini Eka Dewi di Same Hotel, Mataram (23/12-2019) mengaku sangat bersyukur hasil karyanya dapat meraih juara.

Dalam video vlog itu ia menceritakan perjalanan sampah dan cara memilah sampah agar tidak menjadi musuh kesehatan dalam durasi sepuluh menit dengan gaya bahasa kaum milenial.

Adapun pemenang phonegraphy masing masing I Nyoman Budiana, Rusmansyah Abdul Salam dan Yulia Martawati yang mengabadikan proses daur ulang sampah dan aktifitas Posyandu dalam artistik fotografi smartphone.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB yang akrab disapa dr. Eka dalam sambutannya, menegaskan bahwa saat ini, di NTB sudah terbangun 7.027 Posyandu yang tersebar sebanyak di desa dan dusun. Meski Posyandu keluarga masih terbilang baru dilaunching pada tahun 2017 lalu, namun ia berharap keberadaan posyandu keluarga itu menjadi institusi terdepan dalam memberikan pelayanan lebih paripurna kepada seluruh anggota keluarga tidak hanya ibu, bayi dan balita. Tetapi juga tempat mengatasi beragam persoalan sosial dan ekonomi.

“Kami berharap keterlibatan, milenial dan masyarakat terhadap manfaat posyandu dan semua aktivitas layanan kesehatan di posyandu dapat meningkat,” ungkapnya.

Mengenai kesehatan lingkungan, kata dokter Eka, sebenarnya kesehatan lingkungan menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak. Terutama mengenai sanitasi dan sampah. Akses sanitasi yang bukan kepemilikinya masih di angka 79 persen. Artinya masih ada 21 persen masyarakat yang tidak sadar akan sanitasi. Begitu juga dengan program zero waste yang mulai dari proses pemilahan dan pengelohan yang baik masih belum terlalu jalan.

“Mereka tidak sadar bahwa program sanitasi dan pengolahan sampah sangat erat kaitanya dengan kesehatan. Kita memiliki penyakit yang berbasis lingkungan. Artinya penyakit muncul dari lingkungan yang tidak sehat. Misalnya, diare yang sangat erat dengan lingkungan dan masih banyak contoh lainnya”, tambah dokter Eka.

Untuk pengembangan, Posyandu Keluarga diharapkan dapat dilakukan dalam satu waktu dan satu tempat serta memiliki data kesehatan masyarakat yang lengkap agar pelayanan menjadi maksimal. Begitupula dengan kampanye kesehatan masyarakat melalui vlog dan foto oleh masyarakat akan terus dilakukan.(jm/man)

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Muscab IBI 2019, Bidan Garda Terdepan Keselamatan Ibu dan Anak

Tanjung, DS – Bupati Lombok Utara Dr. Najmul Akhyar, SH, MH menghadiri pembukaan Musyawarah Cabang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: