Jumat , 19 Juli 2019
Home / Kesehatan / Ribuan Warga NTB Terserang ISPA dan Diare Sejak Tiga Minggu Terakhir
dr. Nurhandini Eka Dewi

Ribuan Warga NTB Terserang ISPA dan Diare Sejak Tiga Minggu Terakhir

MATARAM, DS – Dinas Kesehatan NTB mulai mewaspadai penyakit diare dan inspeksi saluran pernapasan (ISPA) di wilayahnya. Sebab, dua jenis penyakit tiga minggu terakhir ini mengalami trend meningkat dari 1.800 kasus melonjak mencapai 2.200 kasus saat musim kemarau saat ini.

Penyebabnya kasus itu mencuat ada yang berasal dari penyebaran kuman dan kondisi lingkungan yang kurang bersih. “Biasanya serangan virus yang kita kenal sebagai kuman itu masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang kita konsumsi,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, Nurhandini Eka Dewi, menjawab wartawan, Jumat (12/7).

Ia mengatakan telah mengeluarkan peringatan pada seluruh jajaran Dikes di semua kabupaten/kota di NTB untuk meminta masyarakat di wilayah mereka masing-masing mewaspadai penyakit diare dan infeksi saluran pernafasan saat musim kemarau yang diprediksi berlangsung panjang hingga Agustus mendatang.

Kata Nurhandini, penyebaran ISPA akan terjadi di sepanjang tahun. Biasanya kasus penderitanya akan terus meningkat saat musim pancaroba tiba, yakni pergantian musim dari hujan ke panas. Sehingga, penyakit ini tetap ada setiap tahunnya.

Menurut dia, kebanyakan pasien ISPA tidak sampai harus dirawat kecuali bila penderita ISPA dengan adanya inspeksi pada paru baru pihak Puskesmas memberi rujukan ke rumah sakit. “Kalau sudah ada pasien yang akan dirawat, Puskesmas segera memberi layanan rujukan ke RSUD,” jelas Nurhandini seraya menambahkan, penyakit ISPA bisa menyerang siapa saja namun biasanya terjadi kepada anak-anak di bawah umur usia sekolah dasar.

“Penyakit musiman perlu kita waspadai. Saat musim hujan rawan demam berdarah, saat kemarau diare dan ISPA yang rawan terjadi. Makanya kita semua harus menjaga pola hidup sehat,” tegas Nurhandini.

Mantan Kadikes Lombok Tengah itu menyatakan, saat kemarau sejumlah wilayah di NTB khususnya di kawasan selatan Pulau Lombok dan Sumbawa, sering dilanda kesulitan air bersih. Dampaknya, diare sangat rawan mewabah jika masyarakat mengonsumsi air yang tidak bersih dan tidak sehat.

Oleh karena itu, pendropingan air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis air bersih harus diefektifkan. “Disitulah, perlu koordinasi pemda kabupaten/kota dengan mengefektifkan droping air bersih melalui BPBD dan Dinas Sosial setempat. Sehingga, kualitas air bersih harus bisa tetap terjaga sesuai standar air layak konsumsi meski ditengah keterbatasan seperti sekarang ini,” jelas Nurhandini.

Pihaknya sudah mempunyai peta rawan penyakit melalui e-warning system yang terkoneksi dengan semua dikes di 10 kabupaten/kota di NTB. Seperti saat penyakit demam berdarah mulai berjangkit, penanganan cepat bisa dilakukan dan berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa di NTB meski dari jumlah kasus secara nasional mengalami peningkatan.

“Jadi, untuk mengantisipasi berbagai penyakit musiman saat kemarau, seluruh jajaran Dinas Kesehatan hingga ke tingkat desa, diminta selalu siaga. Petugas kesehatan diminta terus aktif memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar sama-sama,” tandas Nurhandini Eka Dewi. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

2 CJH Kloter 1 Lotim Gagal Berangkat Karena Hamil

MATARAM, DS – Sebanyak dua orang dari 455 calon haji kelompok terbang 1 asal Nusa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: