Jumat , 15 November 2019
Home / Kesehatan / Pulau Lombok Luar Biasa Sakti
Wagub NTB pada acara Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) yang dipusatkan di Jalan Pejanggik depan Kantor Gubernur NTB di Mataram

Pulau Lombok Luar Biasa Sakti

MATARAM,DS-Berkat kemurahan Tuhan yang Maha Kuasa,  Pulau Lombok ini sangat luar biasa dan sakti. “Meski Bali dan NTT sudah terkena rabies sejak beberapa tahun lalu tetapi pulau ini tidak tertular dan tetap bersih serta bebas dari rabies,”  ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Dr. drh. I Ketut Diarmita, MP pada acara Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) yang dipusatkan di Jalan Pejanggik depan Kantor Gubernur NTB di Mataram, Sabtu (28/9-2019).

Menurutnya, kalau dikaji dari segi ilmu pengetahuan, sebenarnya hanya butuh waktu tidak lebih dari  2 tahun NTB dan khususnya Lombok sudah terkena imbas penularan rabies dari Provinsi Bali. Namun teori itu, kata Ketut Diarmita, tidak berlaku bagi NTB.  Padahal Provinsi Bali sudah dilanda penularan virus rabies sejak tahun 2008 lalu. Dan penanganannya pun  masih terus berlanjut hingga saat ini. Demikian juga di NTT  penularannya sudah terjadi sejak tahun 1997 dan masih menjadi ancaman hingga saat ini.

Meskipun sempat terjadi di pulau Sumbawa tepatnya di Kabupaten Dompu dengan 2.400 kasus gigitan hewan penular rabies dan 13 kasus kematian. Namun, Pemerintah NTB dapat melokalisir dan mencegah penularan virus rabies hingga tidak merambat sampai ke Pulau Lombok.

“Saya sangat mengapresiasi Gubernur dan Wakil Gubernur beserta seluruh jajarannya atas atensi melawan penularan virus rabies. Mudah-mudahan apa yang dilakukan di NTB saat ini dapat menjadi panutan bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia,” puji Dirjen PKH dari Kementerian Pertanian tersebut

Ia menjelaskan bahwa penularan virus Rabies  98 persen disebabkan oleh gigitan hewan penular rabies, seperti anjing, kucing dan kelelawar. Cara paling mudah untuk menghindari dan mencegahnya, kata Dirjen, sebenarnya sangat sederhana, yakni dengan vaksinasi.  “Pelihara hewan  itu dengan baik, jangan biarkan hidup liar sehingga mudah tertular virus rabies. Dan kalau sudah tertular, jangan ragu mengambil langkah tegas untuk memunahkannya,” terang Dirjen kelahiran Bali itu.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mengingatkan bahwa hal yang terpenting dari seluruh rangkaian yang dilakukan untuk menghindari rabies adalah edukasi secara masif. Meskipun Pulau Lombok terbebas dari penyakit rabies, jangan sampai seluruh elemen masyarakat dan pemerintah lengah dari penyakit yang ditularkan melalui hewan ini.

“Seperti diketahui bersama, bahwa di NTB khususnya di Pulau Sumbawa telah banyak korban dari ganasnya penyakit Rabies. Tapi, alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak sehingga kita dapat memproteksi dan melokalisir penyebaran virus rabieas,” tutur  Ummi Rohmi.

Menurutnya, edukasi tentang bahaya rabies, harus ditanamkan sejak kecil. “Kita berikan edukasi mulai dari pendidikan TK hingga perguruan tinggi. Sehingga dengan pengetahuan luas itu, seluruh masyarakat dapat melakukan proteksi diri,” katanya.

Penyakit rabies, menurut Wagub, harus dipandang sebagai sesuatu yang tidak ditakuti, tapi harus diketahui apa yang dilakukan dan apa dampak dihasilkan oleh virus itu. Maka dari itu, pemerintah NTB yang dipercaya sebagai tuan rumah digelarnya Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) yang diharapkannya mampu mewujudkan langkah yang jauh lebih cepat untuk mewujudkan NTB khususnya “Pulau Sumbawa Bebas Rabies”.hm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

NTB Sudah Miliki 500 Bank Sampah

MATARAM,DS-Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj.Siti Rohmi Djalilah saat diberikan kesempatan oleh Gubernur untuk memaparkan program Zero …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: