Minggu , 22 September 2019
Home / Kesehatan / Posyandu Desa Durokobo Terintegrasi dengan Bank Sampah
Wagub NTB ketika mengunjungi Posyandu Keluargan Desa Durokobo

Posyandu Desa Durokobo Terintegrasi dengan Bank Sampah

DOMPU,DS-Posyandu Keluargan Desa Durokobo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, NTB, merupakan salah satu posyandu yang dinilai sangat inovatif. Posyandu tersebut telah terintegrasi dengan bank sampah.

Kelebihan lewat pengintegrasian ini, masyarakat sudah bisa membayar biaya dengan sampah. Selain itu ada juga program gemar menabung dengan sampah.

Terdapat 35 posyandu yang sudah menjadi posyandu terintegrasi dengan bank sampah. Juga ada program pemberian makanan tambahan yang disebut program ibu jari yang merupakan akronim dari inovasi bubur jagung, kelor dan ikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, dr. Iris Juwita saat mendampingi Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj.Siti Rohmi Djalilah meninjau kegiatan Posyandu Keluarga terintegrasi Bank Sampah Desa Durokobo Kempo, Selasa (21/8/2019), melaporkan bahwa di Dompu saat ini sudah terbentuk 424 posyandu. “Dari jumlah tersebut, 202 posyandu sudah menjadi posyandu keluarga,” katanya seraya menambahkan pada tahun 2020 mendatang pihaknya sepakat untuk merevitalisasi semua posyandu menjadi posyandu keluarga.

Dalam upaya menekan angka stunting di Kabupaten Dompu, pihaknya juga mengembangkan inovasi dengan memberikan makanan tambahan di posyandu melalui program “Ibu Jari”. Program itu didukung program kelornisasi, dimana disetiap rumah tangga atau di setiap pekarangan semua rumah wajib menanam kelor. Para kepala desa juga sudah mulai mendukung dengan ADD dan DD. Juga masyarakat sudah banyak menyumbang dengan jimpitan sampah.

Wakil Gubernur yang lebih dikenal sebagai Umi Rohmi, sangat mengapresiasi kreativitas desa itu dalam mengelola posyandu keluarga dan telah diintegrasikan dengan bank sampah.

“Saya datang ke sini sesungguhnya ingin belajar banyak dari ibu-ibu dan seluruh masyarakat di sini, bukan untuk memberi pengarahan,” ucapnya sambil berharap perkembangan posyandu keluarga di Desa Durokobo itu dapat dijadikan best practice untuk desa yang lain terutama bagaimana bisa menggerakkan masyarakatnya untuk menggerakan bank sampah terintegrasi.

Disamping itu para kader posyandu diharapkan Wagub dapat berperan memberikan penyuluhan yang tepat kepada masyarakat. Utamanya dalam mengubah persepsi masyarakat tentang sampah, dari sesuatu yang menjijikkan menjadi sumber pendapatan keluarga seperti yang sudah dilaksanakan di desa ini.

Ia mencontohkan bekas makanan bisa diolah menjadi pupuk. Sampah plastik juga bisa diolah menjadi pelet dan bahan bakar lainnya. “Dan, ditahun 2020 Pemda NTB akan memasilitasi pengadaan satu mesin produksi pelet untuk Desa Durokobo,” ujar Wagub.

Sebelumnya, Kepala Desa Duroboko, Fauzan, menyambut kunjungan Umi Rohmi didampingi Wakil Bupati Dompu, Arifuddin, SH dengan pementasan tarian selamat datang oleh para remaja putri generasi muda hindu di desa tersebut.

Dalam laporan Kades Fauzan menyebut bahwa masyarakat di desanya terdiri 65 % penduduk yang beragama Hindu dan 35 persen beragama Islam. Meski berbeda keyakinan, mereka memiliki toleransi yang tinggi, saling membantu dalam suasana keharmonisan dan kerukunan. Secara mata pencagarian, 95 % merupakan petani jagung, terangnya.hm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Gempa Tuban Terasa di Mataram, Warga Berhamburan Keluar Rumah

MATARAM, DS – Gempa mengguncang barat laut Tuban, Jawa Timur berlangsung hingga dua kali. Gempa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: