Rabu , 16 Oktober 2019
Home / Kesehatan / Parah! Sampah Menumpuk di Bantaran Sungai Jangkuk
Inilah sampah yang dibuang warga yang menumpuk di bantaran Sungai Jangkuk di sepanjang Dasan Agung hingga Pejeruk, Kota Mataram

Parah! Sampah Menumpuk di Bantaran Sungai Jangkuk

MATARAM, DS – Sepanjang bantaran Sungai Jangkuk, Kota Mataram, Provinsi NTB, selama ini masih dijadikan tempat pembuangan sampah rumah tangga dan industri. Hal ini tentu saja perlu mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

Tumpukan sampah banyak terlihat di pinggiran sungai yang membelah membelah Kota Mataram itu sehingga perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah kota untuk ditertibkan. Beberapa titik yang dijadikan lokasi pembuangan sampah antara lain di bantaran sungai yang terletak di wilayah Dasan Agung, kelurahan Dasan Agung, kecamatan Sampah, serta di Lingkungan Pejeruk, kelurahan Pejeruk, kecamatan Ampenan. Sampah berserakan di pinggiran sungai, bahkan sebagian sudah masuk ke dalam sungai.

Sejumlah warga yang bermukim di wilayah tersebut mengatakan adanya tumpukan sampah itu lantaran jadwal pengangkutan sampah yang biasanya rutin selama tiga kali seminggu dilakukan oleh pemkot.

Namun kini, sudah mulai jarang-jarang lagi dilakukan. “Karena sampah tidak terangkut di beberapa TPA yang ada, akhirnya warga tetap saja membuang sampah ke sungai meski sudah ada larangannya,” kata Sarif, warga Pejeruk, Kota Mataram menjawab wartawan, Rabu (3/7).

Menurut dia, mereka yang membuang sampah selain warga setempat juga kebanyakan merupakan dari luar. “Bisa jadi, warga membuang ini karena dampak kesel pada petugas yang tidak menjalankan tugas mereka secara rutin,” kata Sarif.

Sementara itu, warga Dasan Agung, Budi, mengatakan umumnya sampah dibuang masyarakat pada malam hari saat warga sekitarnya sudah beristirahat. Pada saat musim hujan dan air sungai meluap, biasanya sampah masuk dalam rumah warga karena sudah menjadi langganan genangan banjir.

Ia mengaku, kendati sudah ada tanggul yang dibangun oleh pemkot Mataram namun tak jarang,  ada sebagian rumah di wilayah bantaran sungai tergenang, ketika hujan deras khususnya hujan di wilayah hulu Sungai setempat.

“Sampah-sampah ini juga kian menumpuk saat air irigasi yang berasal dari saluran Karang Kelok yang kini dibelokkan ke Sungai Jangkuk dibuka,” kata Budi.

Dia berharap Pemerintah Kota Mataram mengambil langkah-langkah antisipasi dengan melarang keras warga membuang sampah di bantaran sungai. Juga memberikan tindakan tegas bagi yang melanggarnya sesuai ketentuan yang berlaku (perda). RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Malu Harus Ditumbuhkan Ketika Tak Peduli Sampah

MATARAM,DS-Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj.Siti Rohmi Djalillah, M.Pd menegaskan pahala dibalik menyelamatkan lingkungan sangatlah besar. Untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: