Senin , 22 April 2019
Home / Kesehatan / Muncul Banyak TPS Liar di Mataram, Politisi PDIP Sebut Pemkot Tak Fokus Urusi Sampah
Tumpakan sampah mulai menumpuk di TPS liar di sejumlah wilayah di Kota Mataram. Salah satunya di wilayah Tanjung Karang, kelurahan Karang Pule, Kota Mataram

Muncul Banyak TPS Liar di Mataram, Politisi PDIP Sebut Pemkot Tak Fokus Urusi Sampah

MATARAM, DS – Pengelolaan sampah di Kota Mataram dinilai amburadul hingga kini. Buktinya, jumlah tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Kota Mataram makin menjamur. Bahkan, di berbagai tempat telah banyak muncul banyak penumpukan sampah liar yang berasal dari sampah-sampah rumah tangga.

Padahal, di era pemerintahan sebelumnya yakni penjabat Walikota Mataram Hj. Putu Selly Andayani, kondisi itu tidak ada. “Jadi, jika melihat fakta ini, maka ada kemunduran tata kelola penanganan sampah di Mataram,” ujar Anggota DPRD NTB dapil Kota Mataram, Made Slamet MM menjawab wartawan, Senin (4/2).

Ia mengaku prihatin atas buruknya pengelolaan sampah akhir-akhir ini. Padahal, seharusnya hal itu tidak boleh terjadi di saat pemkot Mataram telah memiliki tempat pembuangan akhir (TPA) Kebon Kongok yang berada diluar wilayah setempat.

Oleh karena, seharusnya persoalan utama yakni, sampah dari rumah tangga ke TPS sudah bisa diatasi sedari awal dengan berbagai langkah antisipasi. “Kalau menumpuk seperti saat ini, itu artinya memang masalahnya ada di penjemputan sampahnya yang memang bermasalah. Wajarlah, muncul adanya TPS liar di berbagai wilayah di Kota Mataram saat ini,” tegas Made.

Sebagai mantan pimpinan DPRD Kota Mataram. Made menyatakan, persoalan penumpakan sampah sebenarnya bisa diatasi manakala pemda setempat punya niatan baik. Diantaranya, menambah armada mobil mobil angkutan sampah dan tenaga pengangkutanya (SDM).

Oleh karena itu, Kota Mataram yang merupakan ibukota provinsi NTB, di ibaratkannya merupakan ‘gadis perawan’ yang tinggal ditata dan dipercantik dengan kefokusan.  Sehingga, anggaran penanggulangan sampah harusnya diperbesar.

“Masalah di Kota Mataram hanya tiga, yakni sampah, banjir dan pedagang kaki lima (PKL). Jadi, kalau pemkot mau serius menata Mataram, maka tiga hal ini yang difokuskan diperbesar anggarannya,” kata Made.

“Kalau sampah, bila perlu 24 jam pengangkutannya, kan tinggal tambah armada mobil dan tenaganya. Nah, kalau anggarannya kurang, kan bisa dibicarakan dengan pemprov NTB, enggak ada yang sulit sebenarnya sepanjang pak Walikota dan Kadis LH Mataramnya serius dan mau berkomunikasi,“ tambah Made Slamet.

Pada daftar Penggunaan Anggaran (DPA) di Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, diketahui untuk pengelolaan sampah hanya mencapai Rp 8 miliar. Anggaran ini, kata Kadis LH Kota Mataram, Irwan Rahadi, adalah anggaran rutinitas. Sementara, produksi sampah setiap hari meningkat.

Minimnya anggaran penanganan sampah, menurut dia, tidak bisa dipaksakan karena harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. “Kalau pengadaan roda tiga itu bukan di LH. Itu pun hanya instrumen saja. Semetara, sampah yang dibawa dari lingkungan jadi tanggungjawab kami,” kata Irwan beberapa waktu lalu.

Ia membenarkan, saat ini beberapa depo sudah menumpuk dipengaruhi faktor cuaca, karena keterbatasan armada sehingga sampah tidak bisa terangkut semua. Beberapa kelurahan bahkan sudah melayangkan protes untuk pengangkutan sampah dioptimalkan. “Kalau kita estimasi dari beberapa titik, hampir sampai 10 truk dum sampah yang tidak terangkut setiap harinya,” ujar Irwan.

Beberapa langkah dilakukan diantaranya sweeping sampah. Karena  tenaga manusia sudah tidak memungkinkan untuk dibeberapa deposeperti di Jalan Sandubaya sudah ada beberapa komplin. Untuk jadwal pengangkutan sampah dipercepat setiap hari. “ Kita jadwalkan dua kali sehari memang harus diangkut. Sehingga tidak terlalu menumpuk,” ucapnya.

Sampah di TPST kian menggunung sementara tungku sampah yang sudah dibangun yang menghabiskan uang ratusan juta belum bisa dioptimalkan. Nampak di lokasi tungku tumpukan sampah sudah menggunung.

Hal ini akibat terbatasnya TPS resmi yang disiapkan Dinas Kebersihan Kota Mataram, sehingga warga memilih menumpuk sampah di beberapa titik terdekat dengan permukiman. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Stunting Dicegah, Kepala Bappenas Puji Penurunan Kemiskinan NTB

MATARAM, DS – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, langkah pemprov NTB menjadikan masalah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *