Senin , 23 September 2019
Home / Kesehatan / KETIKA AIR TAK TERKENDALI
JEMBATAN RUNTUH AKIBAT BANJIR BANDANG

KETIKA AIR TAK TERKENDALI

JEMBATAN RUNTUH AKIBAT BANJIR BANDANG

SELONG,DS-Air merupakan kebutuhan hidup manusia yang sangat vital. Tanpa air, manusia tidak akan bisa bertahan hidup lebih lama. Karena begitu pentingnya, berbagai upaya dilakukan untuk bisa mendapatkan sumber air untuk kehidupan. Namun apa yang terjadi, di saat air yang diharapkan datang dengan tiba-tiba yang disertai dorongan yang kuat. Sementara, kemampuan manusia untuk memfasilitasi kehadirannya tidak maksimal?

Tengoklah yang terjadi di Desa Sukadamai, Kecamatan Jerowaru.  Belum normal 100% kondisi yang ada di Sukadamai dihantam kekuatan air yang mengakibatkan puluhan kepala keluarga harus diungsikan, warga beberapa desa di Kecamatan Sambelia harus hidup dalam situasi yang mencekam akibat terjangan banjir yang terus berlanjut. Dampaknya pun jauh lebih besar dari apa yang menimpa warga di Sukadamai.

Untuk kawasan Sambelia, pemerintah sudah memprediksi akan terjadi musibah banjir sejak jauh-jauh hari dengan melaksanakan kegiatan simulasi penanganan banjir bandang yang digelar akhir tahun lalu. Sebab, berdasarkan prediksi, musibah banjir bandang di kawasan ini akan terjadi pada siklus 5 tahunan sebagaimana yang telah terjadi sekitar 2006, 2012 dan tahun 2017 sekarang.

Musibah banjir yang terjadi kali ini telah mendatangkan kerugian yang tidak dapat dispelekan bagi pemerintah maupun warga. Ratusan hektar lahan pertanian warga rusak, puluhan rumah hanyut, beberapa ruas jalan dan jembatan lumpuh hingga terputus total. Padahal, jalur di daerah ini termasuk jalur ekonomi yang aktif.

Bupati Lombok Timur, HM. Ali Bin Dachlan, memberi perhatian khusus pada bencana banjir yang mendera Lombok Timur di awal tahun ini. Sesibuk apapun kondisinya, tak menyurutkan semangatnya untuk bisa mengunjungi setiap titik banjir. Saat banjir di Sukadamai, Bupati menyempatkan diri memantau lokasi banjir dari jarak yang terdekat agar dapat menginstruksikan langkah-langkah strategis penanganannya. Begitupun halnya dengan Sambelia yang mengalami musibah sedikit lebih ganas dari yang terjadi di Sukadamai.

Selama 4 hari musibah banjir di wilayah Kecamatan Sambelia, empat kali juga Bupati mendatangi lokasi banjir. Khusus di kawasan jembatan yang ambrol, Bupati terlihat rela basah kuyup tanpa mau dipayungi. Demikian itu dilakukan sebagai wujud kepedulian pemimpin terhadap warganya.

Dalam sebuah kesempatan di Sambelia, Bupati mengakui beberapa ruas jalan dan jembatan dibangun tanpa memperhatikan aspek-aspek keselamatan atas terjangan bencana alam. Sehingga kedepannya, pemerintah didorong untuk melakukan perbaikan dalam sistem pelaksanaan proyek pembuatan jalan dan jembatan.

Tak lupa, Bupati memberikan sejumlah bantuan bahan makanan bagi warga yang terdampak dan memerintahkan SKPD terkait untuk segera melakukan perbaikan di lokasi banjir agar jembatan yang ambruk bisa diganti jembatan sementara guna memudahkan warga dalam beraktifitas, meskipun masih terbatas, menunggu pembangunan jembatan yang permanen dan sudah menetapkan masa tanggap darurat hingga 18 Februari mendatang.

Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lombok Timur yang dibantu personel TNI dan Polri bekerja siang dan malam melakukan normalisasi sungai dan pemasangan bronjong agar terputusnya arus mobilisasi warga dari Desa Sambelia dan Desa Labuan Pandan akibat terputusnya jembatan penghubung kedua desa tersebut bisa tertanggulangi untuk sementara. Begitu halnya, dengan di lokasi serupa lainnya di Belanting dan juga di Madayin. Krisma AG

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Cegah Penyakit Pneumonia, Niken : Orang Tua di NTB Jangan Takut Imunisasi

MATARAM, DS – Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, meminta warganya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: