Sabtu , 14 Desember 2019
Home / Kesehatan / Kemarau Kian Panjang, NTB Panas Menyengat
Petugas BPBD Kabupaten Bima tengah membagikan air bersih pada warga terdampak kekeringan di wilayah setempat

Kemarau Kian Panjang, NTB Panas Menyengat

MATARAM, DS– Fenomena kulminasi matahari terjadi pada Selasa (15/10) dan Rabu (16/10) di Wilayah NTB. Pada dua hari itu, suhu menjadi lebih panas dari biasanya. Oleh karena itu, musim kemarau pun diprediksi akan berlangsung lebih panjang dari biasanya.

Sedangkan, suhu saat ini terpantau berkisar antara 31-34 derajat celicius untuk wilayah Pulau Lombok. Sementara, di wilayah Pulau Sumbawa cuaca hariannya berkisar antara 34-36 derajat celicius.

“Kisaran harian suhu di wilayah Pulau Sumbawa lebih panas dari pada Pulau Lombok,” ujar Prakirawan BMKG Bandara Internasional Lombok (BIL), Aprilia Mustika, menjawab wartawan melalui telepon selulernya, Kamis (17/10).

Menurut dia, khusus kulminasi tertinggi di NTB pada Rabu (16/10) lalu terjadi di dua wilayah di NTB yakni di Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dengan suhu mencapai kisaran 45 derajat celicius pada pukul 11.58 Wita. Sementara, di Pulua Lombok terjadi di Kota Praya, Lombok Tengah dengan suhu mencapai 42 derajat celicius pada pukul 12.00 Wita.

“Memang suasana pada siang hari di dua wilayah itu benar-benar menyengat. Jadi, jangan heran jika banyak masyarakat disana memilih membatasi aktifitas di luar ruangannya,” kata Aprilia .

Terpisah, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Luhur Tri Uji Prayitno, membenarkan jika suhu udara di NTB terasa lebih panas pada bulan Oktober karena matahari berada tepat di atas Wilayah NTB atau disebut fase kulminasi. “Kulminasi ini akibat dari gerak semu matahari. Puncak kulminasi ini tepatnya pada tanggal 16 Oktober kemarin,” ucap Luhur.

Menurut dia, dalam beberapa hari terakhir, dari data suhu udara maksimum di Stasiun Klimatologi Lombok Barat, masih menunjukkan nilai yang berada di sekitar normal antara 30 hingga 33°C.

Suhu panas ini terekam menjadi titik kulminasi dan siklus tahunan. Tahun 2018 suhu tertinggi tercatat 34.7°C, sedangkan tahun ini suhu tertinggi pada bulan Oktober terjadi pada tanggal 4 Oktober tercatat sebesar 34.9°C. ‘’Sedangkan suhu tertinggi yang pernah tercatat di Stasiun Klimatologi Lombok Barat sebesar 35.6°C pada tahun 2015,” jelasnya.

Musim Kemarau
Provinsi NTB belum keluar dari fase kekeringan ekstrem. Krisis kebutuhan air dialami masyarakat, air embung dan bendungan juga mengering.

Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menunjukkan hingga dasarian III (fase 10 hari) September 2019, umumnya tidak terjadi hujan di seluruh Wilayah NTB. Hujan tipis hanya terjadi di sebagian kecil Wilayah Lombok bagian Tengah, sebagian kecil di Dompu.

“NTB masih berada di periode musim kemarau,” katanya seraya mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak yang ditimbulkan seperti kekeringan, kekurangan ketersediaan air bersih dan potensi kebakaran lahan di sebagian besar Wilayah NTB.

Peringatan dini kekeringan itu disampaikan khususnya untuk daerah – daerah rawan kekeringan dan daerah dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari. Seperti wilayah Lombok Selatan, sebagian Lombok Barat sebagian Lombok Timur bagian Selatan dan seluruh wilayah di Pulau Sumbawa.

Bahkan kekeringan ekstrem terpanjang terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat hingga mencapai 169 hari. Hal ini juga dipicu kondisi suhu muka laut di sekitar perairan NTB lebih dingin dibanding situasi normal.
Analisis angin menunjukkan angin Timuran masih mendominasi di wilayah Indonesia. Pergerakan Madden Jullian Oscillation (MJO) saat ini tidak aktif di wilayah Indonesia. “Sehingga, kondisi tersebut mengurangi peluang terjadinya hujan di wilayah NTB,” ungkap Luhur.

Terkait peluang terjadinya hujan pada dasarian I Oktober 2019 sangat rendah, dan peluang terjadi hujan. Kondisi ini diperkirakan terjadi di seluruh wilayah NTB diprakirakan sampai dasarian III Oktober. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Bupati Najmul Tutup OTP Cup 2019

Pemenang,DS- Berlangsung di lapangan GOR Pemenang Bupati Lombok Utara resmi menutup Open Turnamen Pemenang atau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: