Sabtu , 28 Maret 2020
Home / Kesehatan / Kawasan Hutan di Pulau Sumbawa Rusak Parah, Kepala BNPB Minta Peladangan Liar Dihentikan
Kepala BNPB RI Letjen TNI Doni Monardo (dua kiri) didampingi Danrem, Kepala BPBD NTB H. Ahsanul Khalik dan Bupati Bima saat meninjau kerusakan hutan di sekitar Dam Pela Parado di Kabupaten Bima

Kawasan Hutan di Pulau Sumbawa Rusak Parah, Kepala BNPB Minta Peladangan Liar Dihentikan

MATARAM, DS– Kerusakan hutan di wilayah Pulau Sumbawa, menuai keprihatinan Kepala BNPB RI Letjen TNI Doni Monardo. Pasalnya, sekira 75 persen kawasan hutan yang rusak di NTB berada di Pulau Sumbawa.

Doni meminta masyarakat agar tidak lagi melakukan peladangan liar dengan membuka lahan kawasan hutan yang berakibat banjir dan tanah longsor sehingga berakibat merugikan kehidupan manusia.

Sementara ini, Catatan Dinas LHK NTB, jumlah lahan kritis mencapai 280.941 hektare dan kawasan terbuka seluas 131.991 hektare. Dari data itu, terbanyak berada Kabupaten Sumbawa bagian timur, Dompu dan Bima.

“Jadi, kondisi kawanan hutan yang rusak ini akan tetap menjadi langganan banjir tiap tahunnya. Temuan saya saat ini, akan segera saya laporkan kepada kementrian terkait, sehingga akan ada bantuan bibit pohon buah sehingga bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Letjen Doni dalam siaran tertulisnya pada wartawan usai meninjau kawasan Dam Pela Parado di Kabupaten Bima, Sabtu (21/12).

Menurut Doni, terkait kondisi ribuan hektar lahan yang sudah dibalakliar di wilayah setempat. Ia memerintahkan agar jajaran terkait menyiapkan bibit pohon untuk ditanami disekitar lahan kawasan Dam Pela Parado.

“Harus segera ditanam. Ini lahan hutannya sudah kritis, enggak bisa ditunggu lama dan harus cepat dicarikan solusi dengan mulai melakukan penamanam bibit pohon disini,” tegas Doni Monardo.

Sementara itu, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, menginstruksikan kepada Dandim Bima untuk membangun Pos Terpadu di kawasan Dam Pale Parado. Hal ini penting untuk mengurangi dan bahkan memberantas perladangan liar maupun ilegal logging yang dapat merusak kawasan hutan.

“Kalau pembakalan liar ini tidak diatasi, dampaknya akan merugikan masyarakat dan pemerintah. Makanya Pak Dandim harus cepat membangun Pos Terpadu disini,” ucap Danrem.

Danrem meminta semua pihak untuk membangun sinergitas menjaga kawasan hutan dan lahan disekitar Dam Pela Parado.

Terpisah, Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri, mengaku berterima kasih atas kehadiran Kepala BNPB RI untuk melihat secara langsung kondisi terbaru Kabupaten Bima terutama kondisi geografi maupun beberapa lokasi yang rawan bencana alam.

“Semoga dengan hadirnya Kepala BNPB, semangat warga untuk melakukan penamanam hutan bisa terus berlanjut kedepannya,” kata Bupati Indah.

Acara dilanjutkan dengan penanaman 1600 pohon bersama anggota Koramil Monta dan Woha, Satpol PP Kabupaten Bima, Polsek Monta, BNPB Kabupaten Bima, KPH Monta dan Parado, UPT. Pertanian Monta dan Parado dan para Kepala Desa Kecamatan Monta. RUL

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Masih Butuh Banyak Box Disinfectant Sprayer, KPC-19 Desak Swasta Berkontribusi Bantu Pemprov NTB

MATARAM, DS – Sejumlah aktivis, akademisi, dan praktisi hukum yang tergabung dalam komunitas peduli Covid-19 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: