Rabu , 21 Agustus 2019
Home / Kesehatan / KAMPANYEKAN HIDUP SEHAT TANPA ROKOK
Hari Bakti Dokter Indonesia ke 111, di Rangkai Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, kerjasama Yayasan Jantung Indonesia NTB dan IDI NTB,

KAMPANYEKAN HIDUP SEHAT TANPA ROKOK

MATARAM,DS-Peringatan hari ulang tahun ke 111 ikatan dokter indonesia (IDI) Provinsi NTB, diisi dengan berbagai aksi nyata untuk mengkampanyekan hidup bersih dan sehat tanpa asap rokok.

Diawali dengan fun walk memungut sampah oleh para dokter, para medis dan mahasiswa kedokteran, kemudian senam jantung sehat, check up kesehatan dan talk show “Pengaruh Rokok Terhadap Jantung dan Paru”. Sebagai narDr.sumber Yusra (dokter spesialis jantung) dan Dr. Eva (dokter specialis paru-paru).

Dokter Yusra mengatakan saat ini banyak ditemukan kasus-kasus pasien yang terserang jantung coroner. Menurutnya, jantung coroner terjadi karena penyempitan pembuluh darah ke jantung. Pemicunya, kata dokter Yusra, selain karena hipertensi, kolestrol, gula darah, triglersida dan faktor lingkungan lainnya juga disebabkan oleh asap rokok, baik bagi perokok aktif maupun bukan perokok (perokok pasif). Karena asap rokok juga akan terhirup oleh masyarakat di sekitarnya, meski bukan perokok. Bahkan perokok pasif ini resikonya 13 kali terkena penyakit jantung dibandingkan dengan tanpa asap rokok sama sekali.

Penjelasan senada diungkapkan Dr. Eva. Rokok dapat menyebabkan penyakit jantung dan paru-paru karena didalamnya mengandung zat-zat berbahaya seperti nikotin carcinogen,dan aerosol serta zat-zat berbahaya lainnya.

Penjelasan tersebut mengundang sejumlah pertanyaan dari masyarakat yang hadir. Diantaranya Haris dari Gunung Sari yang menanyakan efek dari rokok elektrik. Ia mengaku pernah mencoba rokok elektrik, dan setelah di lakukan test terhadap asap yang menempel di kapas ternyata tampak lebih bersih dari rokok biasa.
Terhadap hal tersebut, dokter Yusra menjelaskan bahwa rokok elektrik juga sama resikonya. Karena rokok elektrik tetap mengandung nikotin, carcinogen,dan aerosol. Bakan zat-zat tersebut bisa menempel di jendela, kursi, baju dan lain-lain. Sehingga jika terhirup oleh keluarga atau anak-anak, dapat berpotensi menyebabkan penyakit kanker.

Wagub Umi Rohmi tidak luput juga bertanya tentang resiko bagi masyarakat yang hidup dengan perokok. Terhadap pertanyaan tersebut, Eva menjelaskan bahwa saat merokok maka ada dua efek yang ditimbulkannya. Yakni asap utama yang lebih besar akan beresiko bagi pecandu rokok terserang jantung/paru-paru. Dan asap sampingan yang akan berpengaruh pada lingkungan atau orang-orang di sekitarnya.
Secara resiko, kata Eva, adalah sama-sama besar kemungkinan terkena penyakit kanker, jantung dan lainnya.

Pengunjung lainnya Ikhsan dan Inaq Ruri yang suaminya kecanduan rokok menanyakan solusi mengatasi rokok. Karena saat ini anak-anak saja sudah mulai merokok. “Sementara pabrik rokok tidak mungkin kita tutup,” ungkapnya.

Terhadap hal ini, para dokter dari IDI memberikan tips bahwa untuk menciptakan lingkungan yang bebas rokok, maka kita semua, terutama para orang tua harus bisa menjadi contoh bagi anak-anak. ?Berhentilah merokok sekarang juga,” sarannya. Untuk bisa berhenti merokok harus dimulai dari komitmen yang kuat untuk perduli pada diri sendiri dan lingkungan akan pentingnya menjaga lingkungan hidup yang bersih dan sehat.hm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Wakil Gubernur NTB Resmikan Bank Sampah Al-Fadhila Desa Aikmel Timur

SELONG,DS-Program Zero Waste yang digagas Pemerintah Provinsi NTB semakin banyak mendapat dukungan masyarakat. giliran masyarakat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: