Rabu , 11 Desember 2019
Home / Kesehatan / Gubernur Minta RSUD Provinsi NTB Berbenah Pelayanan Pakai Hati dan Komitmen
Gubernur saat beri pengarahan di RSUD Provinsi NTB

Gubernur Minta RSUD Provinsi NTB Berbenah Pelayanan Pakai Hati dan Komitmen

MATARAM, DS – Gubernur Zulkieflimansyah meminta pihak management RSUD Provinsi NTB mulai fokus meningkat mutu pelayanan terbaiknya pada masyarakat. Menurut Zul, peningkatan pelayanan merupakan syarat terpenting agar dapat meraih predikat paripurna dan bertaraf internasional.

“Melayani itu tidak cukup dengan training, tidak cukup dengan pelatihan saja. Tetapi dengan hati dan komitment yang kuat dari dalam diri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Gubernur saat memberi pengarahan kepada segenap management dan stakeholder rumah sakit di re-komitment akreditasi paripurna internasional di halaman RSUD-NTB di Dasan Cermen, Kota Mataram, Senin (29/7).

Zul mengatakan pelayanan prima pada masyarakat harus mulai diterapkan dan didedikasikan oleh seluruh jajaran managemet dan direksi RSUD provinsi NTB. Sehingga, target akreditasi paripurna dan bertaraf internasional pada tahun 2020 akan bisa diraih. “Ingat, konsep melayani itu masuk pada misi dan program NTB Gemilang. Yakni, bersih dan melayani. Jadi, jika ingin bertekad go internasional, maka persiapan diri dengan sebaik-baiknya harus dilakukan,” tegas Gubernur.

Terkait permintaan Gubernur Zulkieflimansyah itu. Direktur RSUD provinsi NTB dr. H. Lalu Hamzi Fikri, menyatakan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah yang dalam menghadapi penilaian kenaikan akreditasi paripurna dan internasional tersebut.

Salah satunya, kata Fikri, saat ini pihaknya terus memperkuat komitmen dan menyamakan persepsi menghadapi penilaian dari KARS atau Komite Akreditasi Rumah Sakit. KARS sendiri merupakan sebuah lembaga independent yang akan mengukur, apakah RSUD NTB memenuhi syarat untuk menjadi rumah sakit bertaraf internasional, terangnya.

Lanjut dia, dari sebanyak 20 elemen penilaian dari KARS. Menurut Fikri, terdapat beberapa point yang memiliki kesulitan tingkat tinggi. Salah satunya, terkait menajemen obat dan ketersediaannya, serta penilaian peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP) yang merupakan jantungnya rumah sakit.

“Saat ini, kami fokus mengejar 20 elemen penilaian dengan durasi kesiapan waktunya, sekitar kurang lebih lima bulan untuk mempersiapkan yang kurang dari penilaian KARS tersebut,”jelasnya.

Meski demikian, Hamzi Fikri mengaku optimis pihaknya mampu meraih akreditasi paripurna internasional tahun 2020 mendatang. Sebab, segala fasilitas untuk peningkatan status menjadi rumah sakit bertaraf Nasional telah dipenuhi. “Termasuk, kini sumber daya yang dimilikinya dirasa sudah mulai terpenuhi. Diantaranya, fasililitas pelayanan untuk penyakit kanker, instalasi radioterapi. Sehingga masyarakat pengidap kanker di NTB tak perlu lagi dirujuk keluar daerah untuk sekadar mendapatkan pelayanan medis,” jelas dia.

Terkait jumlah tenaga medis. Hamzi Fikri menyatakan, saat ini total jumlah tenaga dokter spesialis mencapai sebanyak 108 orang. Sementara, tenaga dokter umum berjumlah sebanyak 19 orang, 1 orang SMF emergency dan 1 orang tenaga VCT. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Hj. Niken: Stop Penggunaan Pewarna & Bahan Berbahaya Dalam Makanan.

MATARAM,DS-Jajanan yang mengandung zat-zat kimia dan pewarna berbahaya, jika dikonsumsi oleh anak-anak, memang tidak semuanya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: