Senin , 22 April 2019
Home / Kesehatan / Grup Media Center NTB Bangkit Sumbang Dana Pengobatan Rp 10,5 juta ke Sulhi
Koordinator group WhatsApp Media Center NTB Bangkit H. Bambang Muntoyo (kanan) didampingi Kadis Sosial NTB Ahsanul Khalik saat menyerahkan bantuan peduli Sulhi pada kedua orang tuanya

Grup Media Center NTB Bangkit Sumbang Dana Pengobatan Rp 10,5 juta ke Sulhi

LOBAR, DS – Komunitas yang tergabung dalam group WhatsApp Media Center NTB Bangkit menyerahkan bantuan sebesar Rp 10.500.000 kepada Miftahul Sulhi (13), warga dusun Kebun Lauk, Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat yang menderita penyakit rematik jantung, Rabu (30/1).

Mendengar kabar tersebut, anggota group ngopi terdiri dari para pengusaha, aktivis, politisi, jurnalis, tokoh agama, PNS, pejabat dan warga biasa segera menggalang dana.

Dikoordinasikan oleh H. Bambang Muntoyo didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Ahsanul Khalik beserta anggota lainnya langsung menyerahkan bantuan tersebut, dengan mendatangi kediaman Sulhi di desa Sesela, Lombok Barat.

“Alhamdulilah walaupun hanya lewat WA, dan dari mulut ke mulut, terkumpul Rp 10.500.000. Ini bentuk kepedulian anggota WA “Ngopi” yang peduli. Jangan dilihat dari nilainya. Semoga dapat bermanfaat dan membantu adek kita Sulhi dan keluarga,” ujar Bambang perwakilan group Media Center NTB Bangkit.

Kegiatan sosial seperti ini, tambah Bambang, anggota WA lainnya sudah sering dilakukan. “Group kami walaupun banyak bercanda. Tetapi saat diskusi yang serius juga bisa terlebih sifatnya sosial responya sangat cepat,” kata Bambang.

“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada anggota group Whatsapp Media Center NTB Bangkit dan donatur lainnya yang telah peduli. Kami harap kedepan kegiatan seperti ini, terus berlangsung untuk membantu sesama,” ucap Ahsanul Khalik.

Menurut Ahsanul, agar perjalanan pengobatan lanjutan Sulhi bersama keluarga ke RSU Dr. Soetomo di Surabaya, provinsi Jawa Timur berjalan lancar, pihaknya menyarankan, sebaiknya perwakilan keluarga mengurusnya ke Baznas Provinsi NTB. Sebab, di Baznas telah ada kemudahan pembiayaan bagi keluarga yang tidak mampu di NTB untuk biaya perjalanan akomodasinya.

“Syaratnya cukup mudah, yakni hanya melampirkan surat rujukan pengobatan ke RS yang dituju, serta foto copy KTP orang tuanya,” kata Ahsanul seraya meminta pengurus pemuda Sesela yang menggalang koin bagi Sulhi agar bisa membantu pengurusan administrasi kelengkapannya ke Baznas NTB.

Terimakasih Banyak

Rasa haru dan ucapan terimakasih tidak henti-hentinya dikatakan Muhadi, ayah dari Miftahul Sulhi saat menerima bantuan. Dia mengaku sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan oleh group WhatsApp Media Center NTB Bangkit

“Kami sekeluarga mengucapkan banyak terimakasih. Hanya doa yang bisa kami balas. Semoga apa yang bapak lakukan dibalas dengan kebaikan oleh Allah,” ucap Muhadi.

Ia menyatakan, sakit yang diderita siswa kelas 1 MTS Addinul Qoyyim Kapek Bawah, desa Gunungsari, Lombok Barat itu menderita sakit rematik jantung sejak neneknya meninggal dunia pada usia 9 tahun.

Menurut Muhadi, awalnya anak keduanya itu menderita lemas dan seluruh badannnya pegel dan wajahnya pucat. Selain itu, sekujur tubuh Sulhi bengkak. “Karena khawatir, kami langsung membawanya ke rumah sakit. Itu ke rumah sakit, saya terus bolak-balik dari RSUP NTB, RSUD Kota Mataram, dan RSI Siti Hajar hingga saat ini,” ujarnya.

Lantaran terus bolak-balik ke rumah sakit di semua wilayah Pulau Lombok, namun hasilnya tidak ada perubahan apapun hingga kini. Maka, pihak keluarga hanya merawat Sulhi di rumah saja.

“Kata pak dokter di semua rumah sakit, anak saya menderita penyakit rematik jantung, sehingga perutnya membesar dan seluruh tubuhnya lemas, serta tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Muhadi.

Terkait sekolahnya. Muhadi yang ditemani istrinya mengaku, pihak sekolahnya memahami kondisi yang dialami anaknya tersebut. Sehingga, anaknya memperoleh dispensasi khusus.

“Kalau sekolah itu, jika satu bulan maka, anak saya akan masuk hanya 2 minggu saja. Saat ini, anak saya tengah di observasi di RSU Kota Mataram sejak kemarin malam, karena jantungnya kambuh, sehingga ia mengalami lemas disekujur tubuhnya,” tandas Muhadi. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Stunting Dicegah, Kepala Bappenas Puji Penurunan Kemiskinan NTB

MATARAM, DS – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, langkah pemprov NTB menjadikan masalah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *