Senin , 19 Agustus 2019
Home / Kesehatan / Dompu KLB Rabies, 5 Warga Meninggal Dunia NTB Tunggu Hasil Sampel Darah dari Balai Besar Veteriner Denpasar
Kepala Disnakeswan NTB, Ir. Hj. Budi Septiani (kanan) saat memberikan keterangan pada wartawan didampingi Kadis Kesehatan dr. Nurhandini Eka Dewi serta Wagub Sitti Rohmi Djalilah (tengah) dan sejumlah pejabat lingkup pemprov NTB

Dompu KLB Rabies, 5 Warga Meninggal Dunia NTB Tunggu Hasil Sampel Darah dari Balai Besar Veteriner Denpasar

MATARAM, DS – Sebanyak lima orang dari 489 warga Dompu yang terkena gigitan anjing positif rabies dilaporkan meninggal dunia. Peningkatan jumlah korban yang digigit anjing rabies di Kabupaten Dompu dipicu wilayah tersebut diapit dua provinsi yang selama ini endemik rabies yakni, provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB, Ir. Hj. Budi Septiani, mengatakan terus bertambahnya jumlah kasus warga yang digigit anjing liar itu menjadi perhatian pihaknya. Sebab, dari tujuh kecamatan di Dompu, terpantau kecamatan Kempo menjadi paling tinggi warganya yang terjangkit kasus rabies tersebut.

“Data terakhir, sudah ada sekitar 295 kasus rabies yang ada di kecamatan Kempo. Itu artinya, hampir 50 persen warga terjangkit rabies terbanyak di Dompu berada di kecamatan Kempo,” ujar Budi saat mendampingi Wakil Gubernur disela-sela silaturahmi dengan media yang sekaligus memperingati hari pers nasional (HPN) tingkat provinsi NTB, Rabu (6/2).

Menurut dia, pascapemda Dompu menyatakan status KLB rabies di wilayahnya beberapa hari lalu, penanganan kasusnya juga menjadi perhatian Pemprov NTB. Oleh karena itu, sejumlah langkah-langkah antisipasi dan kewaspadaan telah dilakukan oleh pemprov NTB. Diantaranya, telah dilakukan sosialisasi kepada sejumlah pemda terdekat dan berada di perbatasan Dompu seperti pemkab Sumbawa pada tanggal 29 Januari 2019 lalu.

Hal itu dilakukan, kata Budi, menyusul adanya satu orang warga di kecamatan Terano, Kabupaten Sumbawa yang telah digigit oleh anjing liar yang terjangkit rabies tersebut. “Saat ini, kita sudah mengirimkan sample darah pasien itu ke Balai Besar Veteriner Denpasar untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Dan kita hingga kini, masih menunggu hasilnya,” jelasnya.

Budi menjelaskan, merujuk laporan petugasnya setelah berkoordinasi dengan tim terpadu penanganan rabies, terpantau masih ada sekitar 10 hewan liar yang terjangkit positif rabies.  “Sehingga, kami terus melakukan pemantauan dan pelacakan terhadap posisi hewan liar itu. Yang pasti, itu jadi fokus utama kami mengejar dan mencari keberadaan 10 hewan liar itu,” tandas dia.

Sementara itu, dari 489 warga yang terkena gigitan anjing, 462 diantaranya telah diberikan vaksin anti rabies. Tak hanya itu, guna mencegah penyebaran rabies, saat ini petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu telah mengambil sampel dan melakukan vaksin terhadap hewan penular rabies.

Tercatat, dari total 72 sampel yang diambil, 10 ekor anjing dinyatakan rabies, 33 negatif rabies, dan 29 sampel diantaranya belum dikirim atau diperiksa. Hingga saat ini 1.729 ekor anjing telah diberikan vaksin rabies oleh petugas. Selain anjing, 59 ekor kucing juga telah diberikan vaksin rabies.

Untuk mencegah penyebaran rabies, 524 ekor anjing dan enam ekor kucing telah dieliminasi petugas. Dipastikan, kegiatan vaksinasi hingga saat ini masih terus dilakukan meski dengan peralatan yang terbatas.

Ditempat sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi menyatakan, pihaknya telah menurunkan sejumlah petugas medis untuk membantu penanganan rabies di wilayah Dompu. Tercatat, sebanyak 2.600 vaksin dengan 50 serum rabies telah dikirimkan ke wilayah setempat.

“Laporan vaksin yang terpakai sudah mencapai 1073 fial perharinya. Dan kita juga menyiapkan ruang isolasi di RSUD Dompu, semuanya lengkap dengan bantuan tenaga medis yang kita kirim dari provinsi NTB,” tandas Nurhandini Eka Dewi. ds

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Kakok Club Juara Cabor Basket HUT KLU

Tanjung, DS – Dalam rangka mencari bibit muda pebasket yang ada di Kabupaten Lombok Utara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: