Senin , 17 Juni 2019
Home / Kesehatan / Bupati Lotim Janjikan Umrah 25 Kades yang Mampu Turunkan Stunting
Pemaparan lengkap terkait stunting oleh Direktur Gizi Kementerian Kesehatan RI, Dody Izmardi

Bupati Lotim Janjikan Umrah 25 Kades yang Mampu Turunkan Stunting

SELONG,DS-Besarnya kasus stunting di  Kabupaten Lombok Timur membuat pemerintah daerah berusaha ekstra keras dalam mengupayakan penurunannya. Sebagai salah satu upayanya, pemerintah membangun komitmen bersama desa dan kelurahan yang diawali dengan pemaparan lengkap terkait stunting oleh Direktur Gizi Kementerian Kesehatan RI, Dody Izmardi selaku nara sumber di hadapan para kepala desa dan camat se-Lombok Timur di Ballroom Kantor Bupati Lotim, Rabu (9/1).

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kepala OPD terkait, Ketua TP-PKK Lotim, Ketua GOW, Camat, Lurah dan Kepala Desa Se-Kabupaten Lombok Timur.

Sebelum menyampaikan sambutannya Bupati Lombok Timur mengevaluasi kehadiran para camat dan kepala desa mengingat pentingnya acara yang digelar. Dari evaluasi tersebut, banyak kepala desa yang absen.Hanya lurah se-Kecamatan Selong dan kepala desa se-Kecamatan Sembalun yang tingkat kehadiranya lengkap.

Selanjutnya, Bupati berjanji  memberikan hadiah umrah kepada 25 kepala desa di Lotim yang mampu menurunkan angka stunting di desanya. Ini bentuk penghargaan dan keseriusan pemerintah daerah bagi desa-desa yang peduli terhadap program yang juga menjadi proritasyang harus segera ditangani didaerah ini.

“Pemda akan menyiapkan anggaran untuk memberikan kesempatan kepada 25 kepala desa yang berhasil menurunkan angka stunting secara drastis di desanya untuk menunaikan ibadah umrah sebagai penghargaan dari pemerintah,” ujar Bupati.

Sementara itu, Fathurrahman selaku pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi teknis (rakornis) percepatan penurunan stunting nasional yang dilaksanakan pada tanggal 21-23 November 2018 lalu bagi 100 Kabupaten/Kota Lokus Stunting. Puncak dari pertemuan tersebut adalah ditandatanganinya komitmen  Pemerintah Kabupaten/Kota untuk percepatan penurunan stunting, termasuk di Kabupaten Lombok Timur.

Harapan dari terlaksananya rakornis tersebut adalah Pimpinan Daerah melakukan koordinasi terhadap pencegahan dan penurunan stunting di tingkat kabupaten. Perlu juga adanya pemahaman pengetahuan dan komitmen dari stakeholder. Terutama, desa yang merupakan pimpinan terdepan masyarakat.

Sementara itu, kegiatan yang diselenggarakan ini memiliki beberapa maksud. Di anataranya, sebagai upayauntuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman desa tentang pentingnya pencegahan dan penurunan stunting,adanya komitmen dari pemerintah desa untuk intervensi percepatan penurunan stunting disemua desa di Lotim sertaterjalinnya koordinasi dari integrasi intervensi pencegahan dan penurunan stunting di Lombok Timur.

Dalam kesempatan ini, Bupati memberikan penghargaan kepada 6 desa, yakni Desa Pijot, Desa Suangi, Desa Aikmel Utara, Desa Montong Betok dan Desa Kilang yang telah menetapkan dan memberlakukan Peraturan Desa (Perdes) tentang Penundaan Usia Perkawinan yang merupakan salah satu cara untuk mengurangi angka stunting. Sebab, kasus stunting didominasi karena terjadinya perkawinan usia dini. (kis)

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

NTB Pasang Thermoscanner Antisipasi Cacar Monyet di Bandara Lombok

MATARAM, DS – Temuan kasus cacar monyet atau monkeypox yang dibawa warga Nigeria ke Singapura …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: