Selasa , 18 Juni 2019
Home / Kesehatan / BMKG : NTB Aman dari Debu Erupsi Gunung Agung Bali
Kepala Stasiun Geofisika, BMKG Mataram, Agus Riyanto

BMKG : NTB Aman dari Debu Erupsi Gunung Agung Bali

MATARAM, DS – Kepala Stasiun Geofisika, BMKG Mataram, Agus Riyanto, mengatakan dampak erupsi Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali yang kini terpantau aktifitasnya masuk level III atau siaga pada warga NTB tergantung sebaran abunya.

Menurut Agus, kendati kondisi gunung jelas hingga kabut 0-III, di mana asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 80-300 m di atas puncak kawah, hingga saat ini belum terdapat sebaran abu yang mengarah ke Pulau Lombok.

“Memang saat ini, di wilayah Kota Mataram dan sekitarnya terus mendung. Tapi kalau dampaknya dengan NTB adalah sebaran abu jika ada erupsi arahnya ke mana sesuai pergerakan arah dan kecepatan angin saat terjadi erupsi. Jika mengarah ke Bandara Internasional Lombok tentu bandara akan ditutup,” ujar Agus menjawab wartawan, Senin (27/5).

Agus mengatakan zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual. Sehingga, ia mengimbau masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.

“Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki, pengunjung, wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak Gunung Agung,” jelasnya.

Sementara itu, General Manager (GM) Bandara Internasional Lombok (BIL) Jati Nugroho mengatakan hingga saat ini operasional bandara masih berjalan seperti biasanya dan belum ada dampak dari erupsi Gunung Agung. “Operasional Bandara Internasional Lombok tetap normal, tapi kami tetap waspada,” ujarnya.

Sebelumnya, Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali kembali erupsi pada Jumat (24/5) pukul 19.23 WITA. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pos pengamatan Gunung Agung di Rendang milik PVMBG mencatat erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sekitar 4 menit 30 detik. Sutopo menyampaikan erupsi disertai suara gemuruh sedang hingga kuat yang terdenar di pos pengamatan.

“Erupsi juga disertai lontaran batu/lava pijar sejauh 2,5 km hingga 3 km ke sehala arah. Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Sebaran abu vulkanik dan pasir mengarah ke Selatan,” ucap Sutopo.

Kata Sutopo, BPBD melaporkan hujan abu dan pasir terjadi di beberapa desa seperti Desa Pempatan, Desa Besakih, Desa Menanga, Desa Sebudi, Desa Muncan, Desa Amerta Bhuana, Desa Nongan, Desa Rendang. BPBD Bangli melaporkan hujan abu turun dengan intesitas tebal di Kecamatan Tembuku, Kecamatan Bangli, dan Kecamatan Susut.

“Status Gunung Agung tetap Siaga (level III) dengan rekomendasi masyarakat/pendaki dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 4 km dari puncak,” kata Sutopo.

Sutopo menyampaikan jarak antara puncak Gunung Agung dengan Bandara Internasional IGK Ngurah Rai jauh, yaitu sekitar 70 km sehingga bandara aman. “Hingga saat ini Bandara Internasional IGK Ngurah Rai tetap beroperasi normal. Aktivitas masyarakat juga tetap berjalan normal dan Bali aman. Masyarakat diimbau selalu waspada dan ikuti semua rekomendasi PVMBG. Belum perlu ada pengungsian karena permukiman masih berada di zona aman,” tandas Sutopo. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

NTB Pasang Thermoscanner Antisipasi Cacar Monyet di Bandara Lombok

MATARAM, DS – Temuan kasus cacar monyet atau monkeypox yang dibawa warga Nigeria ke Singapura …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: