Selasa , 16 Juli 2019
Home / Kesehatan / Awas! Narkoba Menjajah Lotim

Awas! Narkoba Menjajah Lotim

Kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Lombok Timur menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Indikasinya, selama tahun 2016 aparat kepolisian telah melakukan penangkapan pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika sebanyak 44 tersangka.

Krisma AG

Dari 44 tersangka yang berhasil ditindak, ditemukan barang bukti berupa narkotika jenis shabu seberat 150 gram lebih dengan asumsi barang bukti dirata-ratakan 5 gram perkasus. Selama tahun 2016 ada 30 kasus yang berhasil diungkap polisi dengan 44 tersangka.

Dari 30 kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang berhasil diungkap aparat kepolisian dengan 44 tersangka, sekira 60% tersangka ditangkap di Masbagik, kemudian sisanya merupakan hasil penangkapan di Sukamulia, Aikmel, Labuhan Haji dan di Keruak.

Tingginya kasus yang terjadi di wilayah Kecamatan Masbagik disebabkan tingkat mobilitas warga Masbagik yang cukup tinggi. Sehingga, berpengaruh pada pergaulan dan lingkungan.

Diungkapkan Kasat Res Narkoba Polres Lombok Timur, AKP Prayit Hariyanto, beberapa waktu lalu di Selong, peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di Lombok Timur sudah dalam kondisi yang memprihatinkan. Terungkap, dari sejumlah kasus yang sudah dimejahijaukan selama tahun 2016, ditemukan juga pemainan para bandar besar yang menjadi penyalur lintas daerah. Sehingga, masalah peredaran narkoba ini harus menjadi perhatian serius semua kalangan, baik aparat penegak hukum ataupun pemerintah dan juga masyarakat.

Sebagai upaya memutus rantai peredaran narkoba yang dapat menghancurkan masa depan bangsa, aparat kepolisian khususnya dari Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Timur telah mengupayakan dua metode utama, yakni Demand Reduction dengan melakukan penyuluhan ke berbagai tempat, seperti sekolah-sekolah maupun di komunitas-komunitas masyarakat lainnya.

Selain melakukan penyuluhan sebagai upaya pencegahan, aparat kepolisian juga bergerak cepat melakukan Suply Reduction atau dengan mengejar para bandar dan pengedar yang memasok barang haram tersebut di Lombok Timur.

Pada tahun 2016, selain memberikan penyuluhan-penyuluhan di banyak tempat. Aparat kepolisian juga sesekali melakukan tindakan tes urine mendadak yang menyasar komunitas yang disinyalir memiliki potensi besar keterlibatan dalam penyalahgunaan narkoba. Salah satunya, dengan menyasar tiga kafe yang ada di kawasan wisata Pantai Labuhan Haji. Begitu juga dengan melakukan tes urine dadakan di beberapa sekolah termasuk  di kalangan kepolisian sendiri.

Peningkatan angka kasus penyalahgunaan narkoba di Lombok Timur menurut mantan Kasat Res Narkoba Polres Bima ini disebabkan oleh 3 faktor, yakni kondisi iman yang tidak mampu lagi menahan diri untuk tidak terjeumus ke lembah penyalahgunaan narkoba. Selain itu, faktor lingkungan yang kian terbuka dari pengaruh budaya bangsa lain dan yang tak kalah besar pengaruhnya adalah pergaulan yang makin bebas.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

2 CJH Kloter 1 Lotim Gagal Berangkat Karena Hamil

MATARAM, DS – Sebanyak dua orang dari 455 calon haji kelompok terbang 1 asal Nusa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: