Jumat , 19 Juli 2019
Home / Kesehatan / 2 CJH Kloter 1 Lotim Gagal Berangkat Karena Hamil
Ratusan CJH kloter pertama asal Kabupaten Lombok Timur yang siap diberangkat kan daru asrama haji NTB di Jalan Lingkar Kota Mataram

2 CJH Kloter 1 Lotim Gagal Berangkat Karena Hamil

MATARAM, DS – Sebanyak dua orang dari 455 calon haji kelompok terbang 1 asal Nusa Tenggara Barat gagal berangkat. Dari hasil pemeriksaan medis, keduanya diketahui tengah hamil.

“Ada dua orang yang gagal berangkat karena masih hamil muda,” ungkap Kepala Kanwil Kementerian Agama NTB, H. Nasruddin, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (7/7). Rencananya jemaah haji asal Kabupaten Timur tersebut berangkat dengan suaminya ke Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi.

“Sesuai dengan keputusan, bagi jamaah haji perempuan yang hamil di bawah usia 6 minggu dan di atas 24 minggu itu tidak boleh berangkat,” tegasnya.

Menurutnya, meski sang istri gagal berangkat, suaminya tetap berangkat ke Tanah Suci Mekkah dan nama istri langsung diganti dengan jemaah lain asal Kabupaten Lombok Tengah.

Sementara itu, Kasi Sistem Informasi Haji Kanwil Kementrian Agama NTB, Hj. Sri Latifa Muslim, mengatakan jemaah haji kloter pertama yang gagal berangkat tersebut bernama Ermawati dan Marhamah.

Menurut dia, Ermawati diketahui dari hasil USG tengah hamil 7 minggu. Sementara, Marhamah tengah hamil di luar kandungan. “Secara aturan, keduanya tidak bisa diberangkatkan, karena di khawatirkan membahayakan ibu dan janin,” ucapnya seraya menambahkan keputusan tersebut di atur berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Kesehatan.

“Jadi usia kandungan 6-7 minggu atau kurang, dan 24 minggu atau lebih, memang tidak dibolehkan. Karena usia kandungannya masih lemah,” ungkapnya.

Jumlah jemaah haji kloter pertama dari Kabupaten Lombok Timur sebanyak 455 orang, terdiri dari 450 jemaah haji dan 5 orang petugas haji dengan total seluruh jemaah haji asal NTB sebanyak 4.906 orang terbagi dalam 11 kloter dan penerbangan yang dimulai diberangkatkan 7 Juli hingga 20 Juli 2019.

“Dari 4.906 orang, terdapat 308 jemaah haji tambahan. Dan Alhamdulillah hari ini jemaah haji kloter pertama kita berangkatkan,” ujar Nasruddin.

Ia menjelaskan, total keseluruhan JCH NTB 4.906 orang terbagi dalam 11 kloter dan penerbangan yang dimulai diberangkatkan 7 Juli hingga 20 Juli 2019.

Khusus JCH kloter pertama ini, Nasruddin mengingatkan, agar seluruh JCH menjaga kesehatan, perbanyak minum air, dan istirahat termasuk membantai obat-obatan mengingat cuaca di Arab Saudi mencapai 40 dejat celsius.

“Jemaah haji kloter pertama sangat riskan. Karena masa tunggu di arofahnya sangat panjang. Sehingga kita harapkan tidak terlalu banyak aktivitas yang
tidak penting. Artinya menjaga diri kondisinya supaya nanti waktu ibadanya betul-betuk fit dan sehat,” tegasnya.

“Karena sesungguhnya haji itu wuquf di Arafah. Jadi kita harapkan jemaah haji kloter pertama dan kedua nanti jangan terlalu di porsir tenaganya, karena masa tunggunya lama sehingga saat wuquf siap,” tandas Nasruddin. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Revitalisasi Posyandu, Untuk NTB Sehat Cerdas

MATARAM,DS-Revitalisasi Posyandu merupakan salah satu program unggulan yang dicanangkan Pemerintah Provinsi NTB untuk mewujudkan misi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: